Ritual Pertanian Masyarakat Bali (9)

Meluspusin, Ritual Ketika Padi Mulai Berbuah

Selasa, 09 Oktober 2018 | 06:00 WITA

Meluspusin, Ritual Ketika Padi Mulai Berbuah

Muliarta

DOWNLOAD APP BERITABALI.COM   

Beritabali.com, Denpasar. Meluspusin merupakan ritual yang biasa digelar oleh petani di Bali  ketika tanaman sudah mulai berbuah (berisi) atau padi wau mawoh. Ritual ini adalah ritual untuk memohon kepada Tuhan (Ida Sang Hyang Widi Wasa) sebagai Sedan Carik agar padi tidak diserang hama seperti wereng, ulat, burung dan sebagainya.


Peneliti dari Universitas Airlangga Ni Wayan Sartini dalam sebuah artikel ilmiah berjudul “Makna simbolik bahasa ritual pertanian  masyarakat Bali” yang dipublikasikan dalam Jurnal Kajian Bali Volume 07, Nomor 02, tahun 2017 menuliskan bahwa ritual meluspusinjuga disebut mabahin ‘padi berbuah’.

Upacaranya disertai dengan memasang sanggah catu yang berisi kober gana (bendera) pemujaan kepada Sanghyang Siwa yang ditemani oleh Dewi Uma sebagai istri dewa Siwa.

Terdapat pemujaan kepada dewa-dewa di Pura Ulun Danu (Batur) sebagai pradhana. Berdasarkan hal ini ketika bertani sudah ada pemujaan purusa dan pradana.


Ritual meluspusin juga dilengkapi dengan ketupat sirikan lengkap dengan buah dan pisang, serta lauk ayam panggang. Pada daerah hulu sawah (pengalapan) dihaturkan banten sorohan berisi umbi-umbian.

Setiap upacara yang dilakukan dalam ritual pertanian tersebut dilengkapi dengan peralatan yang beraneka ragam. Petanda (fungsi) upacara-upacara tersebut ternyata dapat diterima secara logika ilmu pengetahuan. [bbn/Jurnal Kajian Bali/mul]


Selasa, 09 Oktober 2018 | 06:00 WITA


TAGS: Meluspusin Ritual Padi Berbuah



Berita Terkait :


Berita Lainnya :

Lihat Arsip Berita Lainnya: