177 Tim Hackers Seluruh Indonesia Berkompetisi di Legian

Selasa, 09 Oktober 2018 | 12:35 WITA

177 Tim Hackers Seluruh Indonesia Berkompetisi di Legian

beritabali.com/ist

DOWNLOAD APP BERITABALI.COM   

Beritabali.com,Badung. Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) menggelar Cyber Jawara untuk mengasah kemampuan dan membangun jejaring para hackers dari seluruh Indonesia.
 

Kepala Pusat Operasi Keamanan Siber Nasional Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN), Hasto Prastowo menjelaskan Cyber Jawara sendiri dilakukan pada Selasa (9/10) bertempat di Legian, Badung. Kompetisi yang digelar setiap tahun ini, lanjutnya merupakan hasil inisiasi dari IDSIRTII-BSSN. 
 
"Cyber Jawara ini dilaksanakan guna meningkatkan kesadaran, pendidikan dan etika dalam keamanan Cyber. Disini ada rangkaian kompetisi dunia maya. Kegiatan ini dilaksanakan guna melihat kemampuan para peserta yang mana, sebagian peserta masih muda-muda dengan rata-rata umur dibawah 20 sampai 30 tahunan," jelasnya.
 
Dilanjutkan, Cyber Jawara bahkan menyiapkan jalur bagi mereka untuk bertarung membawa nama Indonesia di tingkat regional dan dunia. Nantinya pemenang Cyber Jawara ini akan mendapat kesempatan menjadi wakil Indonesia mengikuti kompetisi hacking tingkat ASEAN yang disebut Cyber SeaGame. Selanjutnya jika mereka menang, maka mereka akan bertarung lagi di Japan Seccon (Japan Security Contest) di tingkat yang lebih luas. Dan jika menang kembali, mereka mendapat kesempatan ikut kejuaran dunia DEFCON CTF di Las Vegas, Amerika Serikat.
 
"Indonesia membutuhkan banyak talenta-talenta di bidang keamanan siber, dan Cyber Jawara bisa menjadi salah satu alternatif untuk menjaring talenta tersebut. Cyber Jawara yang dimulai sejak tahun 2012 oleh IDSIRTII yang saat itu masih berada di bawah Kementrian Kominfo," ujarnya.
 
Dipaparkan, tahun ini merupakan gelaran Cyber Jawara ke-7 dan diikuti oleh 177 tim dari seluruh Indonesia. Para peserta dibagi ke dalam 5 zona: Zona 1 mewakili Sumatra dan Kalimantan dengan jumlah peserta 32 tim, Zona 2 mewakili Banten, Jawa Barat dan DKI Jakarta dengan jumlah peserta 81 tim, Zona 3 mewakili Jawa Tengah dan DI Yogyakarta dengan jumlah peserta 39 tim, Zona 4 mewakili Jawa Timur, Bali, NTT dan NTB dengan jumlah peserta 16 tim dan terakhir Zona 5 mewakili Sulawesi, Maluku dan Papua dengan jumlah peserta 8 tim. 
 
Ia menambahkan BSSN sebagai badan baru yang sangat berkepentingan dengan keamanan siber Indonesia menyambut baik penyelenggaraan Cyber Jawara yang ke-7 ini, karena kompetisi ini juga dapat menjadi tempat mengalihkan perhatian hackers di Indonesia terhadap tindakan illegal hacking seperti web defacement.
 

Selain itu, jika menang dan bisa berkompetisi di luar negeri maka juga berarti ikut mempromosikan kegiatan keamanan siber yang positif di Indonesia ke komunitas internasional. Tahun lalu, pemenang Cyber Jawara juga menjadi pemenang Cyber Seagame dan mendapat peringkat ke delapan di Japan Seccon. Tahun ini, sejalan dengan kesuksesan para atlet meraih medali emas Asian Games, diharapkan Cyber Jawara akan melahirkan talenta baru peraih medali emas kompetisi hacking Indonesia yang juga akan berjaya di ASEAN dan dunia.
 
"Harapan kami dengan peserta yang rata-rata masih muda ini, setidaknya akan dapat mengalang diri dan membuat wadah untuk mencoba dan mengaktualisasi ilmu-ilmu yang telah diperoleh di bangku kuliah atau di dunia mayanya. Sehingga, mereka menjadi legal dan dapat mengukur kemampuannya dimana setelah mencapai target akan banyak tawaran dari kalangan industri untuk direkrut bekerja melindungsi sistem IT perusahaan, " pungkasnya. (bbn/aga/rob)


Selasa, 09 Oktober 2018 | 12:35 WITA


TAGS: Cyber Jawara Hackers Kompetisi Legian



Berita Terkait :


Berita Lainnya :

Lihat Arsip Berita Lainnya: