Tukad Buluh Penatih Juara I Lomba Sungai Bersih Kota Denpasar

Jumat, 19 Oktober 2018 | 17:40 WITA

Tukad Buluh Penatih Juara I Lomba Sungai Bersih Kota Denpasar

beritabali.com/ist

DOWNLOAD APP BERITABALI.COM   

Beritabali.com.Denpasar. Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Kota Denpasar melalui Kegiatan Koordinasi Pengelolaan Program Kali Bersih (Prokasih) telah melaksanakan lomba sungai bersih yang diikuti oleh 20 desa/kelurahan yang memiliki aliran sungai. 
 

Setelah tim melakukan penilaian, poin tertinggi diraih oleh Kelurahan Penatih (Tukad Buluh) dengan skor 25,47, disusul Desa Padangsambian Kaja (Tukad Mati bagian tengah) 24,63, poin ketiga diraih Kel. Kesiman (Tukad Pendem) dengan skor 24,10, berikutnya Kel. Sumerta (Tukad Lobong) 23,59, berikutnya Kel. Ubung ((Tukad Mati tengah) 23,45 dan posisi keenam diraih Desa Dauh Puri Kaja (Tukad Tagtag) dengan skor 22,42. 
 
Acara penobatan juara lomba sungai bersih dan pengukuhan komunitas anak peduli sungai yang dilakukan Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Denpasar pada Jumat (19/10) di bantaran Tukad Buluh, Penatih. 
 
Ketua Panitia Penobatan Juara Ni Made Reti mengatakan, kegiatan lomba ini untuk meminimalisasi ancaman terhadap pencemaran air sungai. Karena laju pertumbuhan penduduk yang tinggi terjadi degradasi kualitas air sungai. Lomba ini merupakan salah satu strategi dalam pengelolaan sungai. Keterlibatan masyarakat dalam menjaga air sungai menjadi sangat penting, sehingga tidak hanya membebani pemerintah saja. Partisipasi masyarakat ini diharapkan dapat saling menguntungkan antar komponen yang ada, yakni pemerintah dan masyarakat itu sendiri. 
 
“Untuk mewujudkan upaya pengendalian pencemaran air sungai, Pemkot Denpasar telah memiliki program kali bersih (prokasih). Melalui program tersebut digelar lomba sungai bersih,” ujar Reti. 
 
Selain menggelar lomba sungai bersih, pihaknya juga sudah mengadakan sekolah sungai yang diikuti oleh 20 sekolah di Denpasar. Pada tingkat SMP sebanyak 7 sekolah dan SD  sebanyak 13 sekolah. Kegiatan ini dilakukan selama tiga hari, yakni pada 13 sampai 15 Agustus lalu. 
 

Sementara, Kepala DLHK Kota Denpasar I Ketut Wisada mengatakan Denpasar yang tumbuh dengan pesat menjadi kota metropolitan juga muncul dampak ikutannya. Salah satunya, yakni terjadinya penurunan kualitas lingkungan, seperti pencemaran udara, tanah dan air. Ini merupakan persoalan universal yang saling terkait satu dengan yang lainnya.
 
Karena itu, untuk bisa tetap menjaga keseimbangan lingkungan hidup, pemanfaatan dan penggunaannya harus dilakukan sebijaksana mungkin. Demikian pula dalam kaitannya untuk mengurangi pencemaran air, harus ada langkah yang lebih gencar untuk melakukan hal-hal yang mampu mengurangi pencemaran tersebut. (bbn/rlsdps/rob)


Jumat, 19 Oktober 2018 | 17:40 WITA


TAGS:



Berita Terkait :


Berita Lainnya :

Lihat Arsip Berita Lainnya: