Kedatangan Maria "Miyabi" Ozawa ke Bali yang Bikin Heboh

Kamis, 08 November 2018 | 17:45 WITA

Kedatangan Maria "Miyabi" Ozawa ke Bali yang Bikin Heboh

beritabali.com/ist/net

DOWNLOAD APP BERITABALI.COM   

Beritabali.com, Denpasar. Kedatangan mantan bintang film porno asal Jepang, Maria "Miyabi" Ozawa ke Bali sungguh bikin heboh. Kehebohannya mengalahkan gaung World Conference on Creative Economy (WCCE) yang diselenggarakan Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf) Indonesia 6-8 November 2018, di Bali Nusa Dua Convention Center (BNDCC).
 
Kehebohan rencana kedatangan Maria Ozawa untuk "Party" di Bali sudah dimulai sejak beberapa hari lalu. Di media sosial bersliweran promo terkait kehadiran Maria ozawa di sebuah acara pesta, di sebuah kapal pesiar di Bali. Promo "Tropical Pirates Boat Party" di Pelabuhan Benoa, Bali itu, menyebutkan acara digelar pada 6 November 2018, sekaligus merayakan ulang tahun penyanyi Barbie Nouva. Belakangan promo ini dibantah oleh otoritas pengelola pelabuhan Benoa Denpasar dan pemilik kapal pesiar yang terpampang dalam  promo tersebut. 
 
Kedatangan artis "panas" asal Jepang ini ke Bali juga heboh di media sosial maupun media konvensional. Mulai foto saat Maria Ozawa berpose bersama pilot hingga pose nya saat tiba di sebuah vila di Bali.
 
Dan puncak kehebohan adalah saat Ozawa diberitakan diperiksa oleh pihak Imigrasi Denpasar, karena diduga melakukan pekerjaan tanpa ijin resmi saat berada di Bali. Selain gagal berpesta di Bali, Maria Ozawa juga harus berurusan dengan pihak Imigrasi Kelas I A Denpasar.
 
Pemeriksaan terhadap Ozawa dilakukan hingga Rabu (7/11) dinihari. Pemeran "Miyabi" dalam setiap film yang dibintanginya ini,  diduga ada indikasi penyelahgunaan visa kunjungan untuk bekerja di Bali. Sementara Sahabat Maria Ozawa yang juga artis, Barbie Nouva, mengatakan ia mengundang mantan bintang film dewasa itu ke Bali untuk merayakan ulang tahunnya ke-24.
 
Pesta itu rencanannya digelar di atas kapal pesiar bertajuk "Tropical Pirates Boat Party" di area Pantai Benoa, namun kemudian dibatalkan karena masalah keamananan. Kemudian acara pindah tempat  yang berlangsung privat di Revayah Ayung Villa, Kesiman Kertalangu, Denpasar Timur, Selasa malam (6/11). Namun acara di vila ini kembali terusik setelah didatangi petugas Imigrasi Denpasar, yang menyamar sebagai tamu atau undangan. 
 
Menurut Barbie, petugas imigrasi langsung memeriksa dan menyita paspor Maria Ozawa. Karena dokumennya dibawa petugas tersebut, mereka berdua bersama tim kemudian ke kantor imigrasi yang berlamat di Renon Denpasar dan berada di sana hingga dini hari. 
 
Pihak imigrasi Denpasar melalui Kasi Teknologi Informasi dan Sarana Komunikasi Keimigrasian Denpasar membenarkan telah memintai keterangan wanita asal Jepang bernama Sayaka Stephanie Strom alias Maria Ozawa alias  Miyabi di Kantor Imigrasi Kelas I TPI Denpasar, Selasa (6/11) sekitar 23.45 wita. Dari hasil pemeriksaan dokumen, WNA Jepang itu dinilai tidak melakukan pelanggaran keimigrasian dan diperkenankan meninggalkan Kantor Imigrasi Kelas I Denpasar.
 
Usai diperiksa Imigrasi Denpasar dan kembali ke Jepang, Maria Ozawa kembali membuat "kehebohan" dengan komentarnya di akun media sosial. Intinya Maria Ozawa merasa diperlakukan kurang baik saat berkunjung ke Bali oleh petugas Imigrasi di Bali. Maria Ozawa mengaku sangat kecewa karena dipanggil ke Kantor Imigrasi Kelas 1 Denpasar, Bali hingga dinihari. Padahal menurutnya ia tak melakukan kesalahan apapun selama berkunjung ke Bali.
 
Melalui akun Instagram pribadinya, @maria.ozawa, Ozawa berharap mendapat privasi lebih saat berkunjung ke Indonesia. Selain kecewa, ia berharap ada perubahan ke arah yang benar dan lebih cerdas. Maria Ozawa juga membantah dirinya melakukan bisnis di Bali, namun hanya untuk berpesta dengan teman-temannya.
 
Dari sisi "hospitality", sebagai daerah tujuan wisata, Pulau Bali memang wajib menyambut dengan ramah semua semua tamu atau wisatawan yang datang, termasuk Maria Ozawa. Tamu atau wisatawan adalah raja, yang wajib untuk dilayani dengan baik. Orientasinya memang untuk mencapai kepuasan pelanggan atau wisatawan.
 
Namun dari kacamata keimigrasian, apa yang dilakukan petugas imigrasi Bali, dalam hal ini Kantor Imigrasi Kelas 1 Denpasar juga tidak bisa disalahkan, karena itu memang tugas dan kewajiban mereka. Apalagi sebelumnya "kehebohan" party Miyabi muncul di media sosial maupun media konvensional.
 
Dalam promo-promo yang muncul sebelum kedatangan Maria Ozawa ke Bali disebutkan, dalam acara Tropical Pirates Boat Party di Benoa Harbour, Bali untuk merayakan ulang tahun penyanyi Barbie Nouva, selain Miyabi, juga akan tampil sederetan model-model. Dalam promo yang belakangan dibantah pihak Pelabuhan Benoa dan pihak pemilik kapal pesiar dalam promo, disebutkan tiket pesta bersama Barbie Nouva dan Maria Ozawa itu dijual dalam berbagai kelas. Mulai dari kategori boat party seharga Rp 2 juta (dinner dan free flow), boat party package Rp 6 juta (free entry for 4 person got choice bottle (vodca or whiskey), boat party package Rp 8 juta (free entry for 5 person got bottle), kelas pineapple Rp 6 juta (hotel, transport mix 3 person 1 car, bottle), dan VVIP Platinum seharga Rp 21 juta. Jika membeli VVIP tiket bisa masuk ke deck dan duduk bareng Maria Ozawa.
 
Dengan adanya informasi tersebut, adalah wajar jika petugas intelejen imigrasi kemudian bergerak di lapangan mengumpulkan data dan keterangan, karena memang tugasnya untuk mengawasi keberadaan warga asing, apalagi yang dikabarkan berkunjung ke Bali sambil bekerja tanpa ijin resmi. Meskipun Maria Ozawa mengatakan ke Bali hanya untuk "party-party", tapi karena adanya informasi tersebut, petugas imigrasi memang harus melakukan kros cek di lapangan.
 
Petugas imigrasi di Bali memang harus melakukan tugasnya, karena soal tenaga kerja asing (TKA) di Indonesia sudah diatur dalam Peraturan Presiden Republik Indonesia Nomor 20 tahun 2018 tentang Penggunaan Tenaga Kerja Asing. Juga diatur dalam Peraturan Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Nomor 16 Tahun 2018 tentang tata cara pemberian visa, dan izin tinggal bagi TKA. Belum lagi Peraturan Menteri Ketenagakerjaan Republik Indonesia Nomor 10 tahun 2018 Tentang tata cara Penggunaan tenaga Kerja Asing.
 
Prinsipnya, jika TKA tidak memenuhi syarat sebagaimana ditetapkan dalam peraturan  perundang-undangan, maka TKA tersebut tidak dapat dipekerjakan oleh pemberi kerja. Ini karena untuk dapat mempekerjakan TKA, perusahaan atau pemberi kerja wajib memiliki izin tertulis dari Menteri Ketenagakerjaan atau pejabat yang ditunjuk. Izin yang dimaksud adalah izin mempekerjakan TKA yang berupa pengesahan Rencana Penggunaan Tenaga Kerja Asing (RPTKA). (www.hukumonline.com).
 
Belajar dari kasus Maria "Miyabi" Ozawa ini, sudah seharusnya ada saling pengertian antara semua pihak. Jika saja rencana kedatangan Maria Ozawa ke Bali tidak heboh dengan rencana "boat party" plus kehadiran Miyabi yang berbayar, dan jika saja kehadiran Maria Ozawa hanya sebagai turis biasa, tentu pihak imigrasi tidak akan reaktif seperti saat ini. Dan pihak Maria Ozawa juga harus mengerti bahwa itu memang tugas pihak imigrasi dalam hal pengawasan orang asing di Bali maupun wilayah lainnya di Indonesia, tanpa harus mengeluarkan pernyataan-pernyataan yang menyudutkan pihak berwenang Indonesia.
 
Di negara lain, aturan keimigrasian diterapkan dengan sangat ketat. Yang melanggar aturan keimigrasian pasti akan diproses dengan tegas, termasuk dideportasi atau diproses hukum di negara tersebut jika memang terbukti melanggar aturan atau hukum. Kasus Maria Ozawa ini mungkin bisa menjadi pelajaran bagi pihak imigrasi di Bali, agar lebih memperketat pengawasan terhadap keberadaan orang asing di Bali, terutama yang diduga kuat menyalahgunakan visa kunjungannya ke Bali. Tidak hanya ketat pengawasan terhadap sosok legenda "Miyabi". [beritabali.com/putra setiawan]


Kamis, 08 November 2018 | 17:45 WITA


TAGS: miyabi maria ozawa bali



Berita Terkait :


Berita Lainnya :

Lihat Arsip Berita Lainnya: