Parade Gong Kebyar dan Kesenian Klasik 2018 Kota Denpasar

Tekankan Pelestarian Seni Budaya Berkelanjutan

Senin, 19 November 2018 | 16:15 WITA

Tekankan Pelestarian Seni Budaya Berkelanjutan

beritabali.com/ist

DOWNLOAD APP BERITABALI.COM   

Beritabali.com,Denpasar. Parade Gong Kebyar dan Kesenian Klasik Kota Denpasar tahun 2018 telah memutuskan dari 44 sekaa yang mengikuti, terpilih 8 terbaik. kegiatan ini bertujuan untuk memberikan wadah dan wahana bagi para penggiat seni sebagai upaya plestarian dan pengembangan seni dan budaya Bali.
 

Kadisbud Kota Denpasar, I.GN Bagus Mataram  menambahkan, parade gong kebyar dan kesenian klasik ini sudah dimulai sejak Sabtu (10/11) hingga Minggu (18/11) telah berjalan lancar dan sukses. Adapun dari 44 sekaa yang mengikuti, terpilih 8 terbaik yakni, Sekaa Gong Wanita Saci Dewi Banjar Kertasari Kelurahan Panjer, Sekaa Gong Anak-Anak Semadi Dharma Yowana Banjar Pohgading Desa Ubung Kaja, Sekaa Gong Anak-Anak Dharma Winangun Banjar Pemalukan Kelurahan Peguyangan, Sekaa Gong Anak-Anak Masuli Agung Banjar Kayumas Kaja Kelurahan Dangin Puri, Sekaa Gong Anak-Anak Eka Dharma Swara Banjar Yang Batu Kauh Desa Dangin Puri Klod, Sekaa Gong Anak-Anak Swadharmita Banjar Adat Cerancam Kelurahan Kesiman, Sekaa Gong Anak-Anak Gita Swara Banjar Pande Kelurahan Renon dan Sekaa Gong Wanita Sida Gita Karya Banjar Dukuh Mertajati Desa Sidakarya. 
 
“Dari pelaksanaan Parade Gong Kebyar dan Kesenian Klasik Kota Denpasar Tahun 2018 ini diharapkan mampu menggali sejak dini potensi seni budaya Bali, Prade ini merupakan wahana pelestarian dan pengembangan seni, jadi yang mendapat yang terbaik kami sampaikan selamat, dan yang belum mari bersama lanjutkan pembinan menuju Denpasar berwawasan budaya menuju keharmonisan,” jelasnya.
 
Kegiatan tahunan seni tari dan tabuh yang digelar 8 hari ini ditutup secara resmi Sekda Kota Denpasar, AAN Rai Iswara bersama Anggota DPD RI, AAN. Oka Ratmadi didampingi Kadisbud Kota Denpasar, IGN Bagus Mataram dengan menyerahkan penghargaan kepada 44 Sekaa Gong Kebyar dan Kesenian Klasik 2018. Dimana penyerahan penghargaan ini sekaligus  menutup Parade Gong Kebyar dan Kesenian Klasik 2018 Kota Denpasar, Minggu (18/11) malam di Wantilan Pura Dalem Desa Pakraman Panjer.
 
Pada gelaran parade terakhir pada Minggu ini tampak menyedot perhatian penonton penampilan 2 Sekaa Gong Anak-anak yakni Sekaa Gong TK/PAUD IGTKI Lila Bina Gita TK Raj Yamuna Banjar Batu Sari Desa Kesiman Kertalangu, Kecamatan Denpasar Timur berhadapan dengan Sekaa Gong TK/PAUD IGTKI Kecamatan Denpasar Selatan.
 

Parade Gong Kebyar dan Kesenian Klasik Kota Denpasar Tahun 2018  yang mengambil tema "Prabha Samadhi Tandava" yang bermakna Sebagai Penyatuan Tari dan Tabuh Wujud Denpasar Kota Budaya. Selain 44 Sekaa dari empat kecamatan se-Kota Denpasar. Terdiri atas 4 Sekaa Gong Kebyar TK/PAUD, 20 Sekaa Gong Kebyar Anak-anak, 4 Sekaa Gong Kebyar Wanita dan 12 Sekaa Kesenian Klasik yang memperoleh pengghargaan, juga ditetapkan 8 peserta terbaik dalam parade ini
 
Dalam kesempatan tersebut Sekda Rai Iswara mengharapkan kepada para Sekaa Gong Kebyar dan Kesenian Klasik di Kota Denpasar agar turut membantu Pemkot dalam melestarikan dan mengembangkan seni dan  budaya Bali. Selain itu, . “Kegiatan ini merupakan bentuk implementasi dari sebuah kota kreatif berwawasan budaya, dan dari sinilah kita berharap kelak akan tumbuh bibit-bibit baru dalam melestarikan seni dan budaya Bali adi luhung secara berkelanjutan dengan teta berpedoman pada kearifan lokal Bali,” pungkasnya. (bbn/humasdenpasar/rob) 


Senin, 19 November 2018 | 16:15 WITA


TAGS: Parade Gong Kebyar Denpasar Budaya Berkelanjutan



Berita Terkait :


Berita Lainnya :

Lihat Arsip Berita Lainnya: