Hidup Positif dengan HIV, Lebih Menghargai Hidup dan Orang Lain

Minggu, 02 Desember 2018 | 09:28 WITA

Hidup Positif dengan HIV, Lebih Menghargai Hidup dan Orang Lain

bbn/ilustrasi/ardians heart

DOWNLOAD APP BERITABALI.COM   

Beritabali.com,Denpasar. Tanya:“Dok, dua tahun lalu pacarku bilang kalau dia mengidap HIV. Katanya dia tertular dari mantan suaminya yang pernah kecanduan memakai putauw bersama teman-temannya. Karena aku sudah berhubungan seksual dengannya, akhirnya aku  periksa diri lewat sebuah yayasan dan ternyata  aku pun terinfeksi.  
 

Aku bertekad bulat untuk memulai lembaran tahun baru yang dekat ini dengan hidup lebih baik walau ada HIV dalam darahku. Apa yang perlu aku lakukan ya dok?” (M,25)
 
Jawab: Pertanyaan yang pas situasinya dengan peringatan Hari AIDS Sedunia 1 Desember dan saya lega membaca pernyataannya, sepertinya M sudah bisa menerima dirinya. Karena sesungguhnya virus yang bernama HIV akan berada terus dalam tubuh seumur hidup. Tekadnya buat memulai lembaran baru dengan lebih baik sudah selayaknya diberi acungan jempol yang banyak.  
 
Saat ini dengan kemajuan ilmu kedokteran dan kesehatan, seorang pengidap HIV positif bisa hidup lebih lama dan tetap sehat selama menjaga kesehatan dan pola hidupnya dengan baik dan meminum obat ARV dengan teratur dan disiplin. Jadi  sesungguhnya status pengidap HIV saat ini sama saja dengan pengidap penyakit kronis lainnya.
 
 
Situasi  pengidap HIV tidaklah lagi menakutkan seperti banyak yang masih meyakininya sebagai penyakit mematikan, penyakit yang membuat semangat hidup lenyap, penyakit kutukan dan sejenisnya. Tidak lagi seperti itu. Saya teringat dengan David Polson di Australia yang didiagnosis mengidap HIV pada 1984, dan menjadi heboh karena dia segera disarankan mempersiapkan surat wasiat guna mempersiapkan kematiannya saat itu. 
 
Waktu itu, mereka yang mengidap HIV diperkirakan akan meninggal paling lama dalam 10 tahun. Namun, sekarang di usia 65 tahun, Polson masih bertahan dan tetap sehat karena selalu menjalankan hidup sehat dan teratur mengkonsumsi ARV.  Ia mendedikasikan dirinya untuk memberikan penyuluhan mengenai bahaya HIV kepada masyarakat luas.  
Demikian juga sekelompok anak muda Amsterdam yang menjadi koresponden saya beberapa waktu lalu, mereka ini adalah komunitas pengidap HIV di dekat area Red Light District. 
 
Dalam sebuah e-mail mereka bilang bahwa sejak bergabung dalam komunitas ini justru membuat mereka lebih gembira, lebih bergairah dengan segala aktifitas positifnya yang saling mendukung, sering membuat even-even keren di public space, dan uniknya, saking aktifnya kelompok ini melakukan kegiatan kreatif dan terlihat tetap sehat malah ada beberapa anak muda yang tidak HIV berminat untuk bergabung sebagai anggota aktif. 
 
Ini membuktikan bahwa hari ini HIV dan AIDS harusnya sudah tidak lagi dipandang sebagai sesuatu yang menakutkan. Tidak perlu lagi ada stigma dan diskriminasi.
Jadi, apa yang harus dilakukan? Kuncinya adalah berpikir positif dan menjalankan pola hidup sehat. Justru dengan status HIV itu ibarat pegangan untuk selalu tetap menjaga kesehatan.  Lebih menjaga diri dengan lebih hati-hati dan bersemangat dalam bekerja.  
 
Tetap beraktifitas seperti biasa, tentu saja dengan tidak mencoba melakukan upaya penularan ke orang lain. Berikut tips nya: 
HIV Positif Itu Membuat Lebih Menghargai Hidup. Banyak orang yang mengidap HIV positif justru lebih menghargai hidup dan menghargai orang lain. Di berbagai kesempatan mereka sering berkumpul buat menolong orang lain yang membuat mereka merasa mendapat kepuasan batin karena dapat berguna bagi orang lain. 
 
Dengan status HIV positif ini juga membuat pengidap HIV bisa menjadi lebih sering memeriksakan diri secara rutin ke dokter dan support groupnya, buat kontrol kondisi sekaligus memeriksakan keadaan kesehatan yang lain. 
Lanjutkan Semua Hobi Yang Anda Sukai. Seorang pengidap HIV positif lain yang saya kenal juga sempat menginspirasi banyak pengidap HIV positif lainnya. Dengan berprinsip hidup sederhana dari pekerjaannya sebagai seorang graphic designer dia bisa menabung dan membuatkan anaknya ke asuransi kesehatan dan asuransi pendidikan. 
 
Dari hobinya memasak, dia juga bisa mendapatkan tambahan penghasilan lewat usaha kulinernya, mengembangkan hobi fotografinya dan juga mendapatkan tambahan penghasilan dari sana, juga menambah banyak teman lagi, yang berarti menambah orang-orang yang akan memberikan dukungan kepada Anda buat tetap hidup optimis.
 Sex is Safe sex. Jika suatu saat Anda ingin menjalankan kehidupan bersama pasangan baru dan akan ada aktifitas seksual, tentu saja harus dengan prinsip “safe sex”. 
 
Melakukan hubungan seksual dengan kondom sebagai pencegah penularan HIV ke pasangan. Dengan kemajuan teknologi kedokteran, dengan berkonsultasi dengan dokter, Anda tetap bisa untuk hamil dan memiliki keturunan dengan menggunakan metode PMTCT (Prevention of Mother To Child Transmission.
Terakhir:  Tetaplah Hidup Sehat. 
 

Tetaplah mengkonsumsi makanan bergizi, berolahraga teratur, tidur cukup, dan hidup lebih optimis. Kekebalan tubuh kita naik-turun sesuai gaya hidup kita. Merokok, minum alkohol, dan depresi dapat mempercepat penurunan kekebalan tubuh. Jangan lupa jika suatu saat sudah harus meminum obat ARV, hendaknya digunakan teratur dan terus-menerus. 
 
Penghentian obat ARV akan mengakibatkan virus berkembang biak lagi, bahkan juga berisiko obat menjadi resisten. 
Nah, dengan menjalankan itu semua, tentu saja akhirnya pengidap HIV akan tetap bisa produktif dan menjalankan hidup dengan menyenangkan seperti layaknya orang normal lainnya. (bbn/dr. Oka Negara/rob)


Minggu, 02 Desember 2018 | 09:28 WITA


TAGS: Hidup dengan AIDS Positif Menghargai Hidup Seksologi



Berita Terkait :


Berita Lainnya :

Lihat Arsip Berita Lainnya: