GBCI Sosialisasi "Green Building" di Fakultas Teknik Udayana

Rabu, 05 Desember 2018 | 08:34 WITA

GBCI Sosialisasi "Green Building" di Fakultas Teknik Udayana

beritabali.com/ putu agung (baju biru) dan rektor unud saat acara MoU Green Building

DOWNLOAD APP BERITABALI.COM   

Beritabali.com, Denpasar. Upaya edukasi "green building" atau bangunan yang didesain khusus dengan tema yang ramah lingkungan, kini gencar dilakukan di Bali. Salah satunya dilakukan di lingkungan kampus.
 
Upaya edukasi ini antara lain dilakukan di Fakultas Teknik Universitas Udayana pada Senin (3/12/2018). Edukasi "green building" diberikan oleh Green Building Council Indonesia wilayah Bali, yakni sebuah lembaga yang fokus dalam mengedukasi dan mengembangkan bangunan sehat dan ramah lingkungan di Bali.
 
Dalam edukasi ini, mahasiswa jurusan teknik khususnya tehnik arsitektur Universitas Udayana diberikan pemahaman tentang konsep bangunan ramah lingkungan atau green building, yang mengedepankan konsep penggunaan sumber daya bumi yang optimal dan bertanggung jawab. Para mahasiswa jurusan teknik nantinya diharapkan menjadi praktisi bangunan ramah lingkungan di Bali.
 
Selain edukasi bagi mahasiswa, juga dilakukan penandatangan kesepakatan kerjasama (MoU) antara pihak Universitas Udayana dan Green Building Council Indonesia dalam penerapan dan pengembangan "green building" di bali.
 
"Kami menyambut baik upaya ini dan kami berharap konsep "green building" bisa diterapkan mulai dari lingkungan kampus Udayana. Program studi yang ada nantinya akan menerapkan dan mengembangkan konsep ini,"ujar Prof. Anak Agung Raka Sudewi, Rektor Universitas Udayana.
 
Putu Agung Prianta, selaku Ketua Green Building Council Bali mengatakan, meski sudah sering disosialisasikan, namun penerapan konsep "green building" di Bali hingga saat ini masih kurang.
 
"Oleh karena itu, Green Building Council Indonesia berharap adanya dukungan dari pemerintah Provinsi Bali dalam bentuk Peraturan Daerah (Perda) tentang Green Building," ujarnya.
 
Pengurus Green Building Council Indonesia (GBCI) Perwakilan Bali, sendiri telah diresmikan di Jimbaran Hub, Jimbaran, Badung, Bali,  pada Minggu (7/5/2017). Kehadiran GBCI di Bali diharapkan akan mampu mewujudkan lebih banyak bangunan hijau atau ramah lingkungan di Bali.
 
Waktu itu terpilih sebagai Ketua GBCI Perwakilan Bali adalah Putu Agung Prianta. GBCI Bali juga menunjuk beberapa orang penasehat yakni Prof. Sulistyawati, Prof Wayan Windia, Dr Tjokorda Oka Artha Ardhana SUkawati, dan Prof Putu Rumawan Salain.
 
Kehadiran GBCI di Bali, sebut Agung, diharapkan akan dapat membawa pengaruh bagi proses pembangunan bangunan baru yang ada di Bali agar lebih ramah lingkungan.
 
"GBCI kita harapkan bisa memberi pengaruh terhadap proses pembangunan gedung atau bangunan yang ada di Bali agar lebih ramah lingkungan, karena ini sangat berhubungan dengan konsep Tri Hita Karana yang telah ada di Bali. Dengan adanya Greenship yang bertugas untuk melakukan sertifikasi sebuah bangunan hijau (ramah lingkungan), maka itu akan memberi  kepastian dan itu sudah dikenal di dunia," jelas Agung.
 
Perwakilan GBCI Pusat, DK Halim menambahkan, saat ini terdapat 150 Green Practitioner di Indonesia namun hanya 50 orang yang aktif dan sudah bersertifikat. Saat ini sudah ada di 80 negara di dunia dengan sebuah komitmen global untuk menjadikam dunia kembali hijau atau ramah lingkungan.
 
"Bali punya semangat Tri Hita Karana dan itu harus dipelihara. Dengan prinsip ini (Green Building), bangunan itu harus memenuhi kaidah hijau, ada konservasi lingkungan di dalamnya,membuat manusia jadi hidup lebih sehat,"ujar Halim.[bbn/psk]


Rabu, 05 Desember 2018 | 08:34 WITA


TAGS: green building unud bali



Berita Terkait :


Berita Lainnya :

Lihat Arsip Berita Lainnya: