Maxwin Organization Dorong Perekonomian Indonesia Bebas Bunga

Minggu, 16 Desember 2018 | 08:28 WITA

Maxwin Organization Dorong Perekonomian Indonesia Bebas Bunga

beritabali.com/ist

DOWNLOAD APP BERITABALI.COM   

Beritabali.com,Badung. Maxwin Organization mendorong perekonomian di Indonesia untuk bebas terjerat dari praktik bunga yang yang dinilai memberatkan bagi pihak peminjam.
 

Founder Maxwin Organization, Maxmillian Wienardi menjelaskan selama ini umum terjadi penetapan bunga atau melebihkan jumlah pinjaman saat pengembalian berdasarkan persentase tertentu dari jumlah pinjaman pokok yang dibebankan kepada peminjam.  Akibat dari praktik penetapan bunga kemudian berdampak pada ruang hilangnya keseimbangan tata kehidupan sosial ekonomi kemasyarakatan. Prinsip pengambilan bunga dinilai menjadi sebuah senjata bagi penganut sistem kapitalis (golongan kaya) untuk mengambil keuntungan yang sebesar-besarnya yang tentu saja hal ini akan semakin melemahkan posisi orang–orang miskin.
 
Meski demikian, sistem ekonomi di dunia tidak bisa lepas dari praktik bunga. Ketika seseorang membutuhkan dana langkah yang biasa diambil adalah mengajukan pinjaman ke Perbankan dimana pada prosesnya tentu saja akan membutuhkan jaminan dan akan dikenakan bunga bagi peminjamnya. Pengetahuan masyarakat tentang praktek penetapan bunga masih rendah baik terhadap hukum dasar dan dampak buruknya sehingga tak jarang karena minimnya pengetahuan tersebut praktek penetapan bunga masih banyak terjadi. 
 
Pertanyaannya, kata dia, jika praktik penetapan bunga dilarang, lalu apakah ada solusi yang tepat untuk menghentikan praktik ini? Maxwin Organization, sebuah organisasi yang berafiliasi dengan BeliBisnis.com Group yang merupakan investment company di Indonesia, mempunyai program revolusioner untuk mewujudkan Indonesia Bebas Bunga. 
 
Program revolusioner yang digagas oleh Maxwin Organization ini akan mengganti bisnis perbankan yang selama ini tidak bisa terlepas dari sistem bunga menjadi bisnis yang bebas bunga. Untuk mewujudkan Indonesia Bebas Bunga ini tentu saja tidak mudah, namun dengan dukungan dari berbagai pihak, Maxwin Organization yakin kita bisa menghentikan praktik bunga dan menggantinya dengan sistem yang dapat meningkatkan kemakmuran rakyat Indonesia. 
 
"Seperti kisah David vs Goliath yang merupakan kisah pertarungan antara kebenaran melawan kejahatan. Disini kita akan bersama-sama berperang melawan praktik bunga yang telah “meraksasa”. Namun seperti perang David vs Goliath dimana David yag bertubuh kecil harus melawan Goliath yang sangat besar, dengan berjuang bersama-sama kita juga bisa memenangkan pertarungan ini," ungkapnya saat ditemui belum lama di Kuta, Badung.
 

Perubahan paradigma tentang pendanaan ini ditengarai akan mengganggu (disrupt) bisnis raksasa perbankan yang telah merajalela. Secara umum, Maxwin menyebut prinsip praktik bisnis Maxwin adalah aset alokasi, melipatgandakan keuntungan perusahaan dengan menjual saham dengan memperhatikan juga ide bisnisnya.
 
"Kami di Bali bertemu dengan direksi Stikom, mereka berniat untuk mengembangkan kampusnya tidak hanya berasal dari uang mahasiswa tetapi juga melibatkan mereka untuk menciptakan lapangan kerja dengan menjadi technopreneur," ujarnya.
 
Begitupun juga, lanjutnya beberapa Bank Perkreditan Rakyat (BPR) di Bali juga tertarik untuk bekerja sama dimana rata-rata pertahun hanya menghasilkan profit 10%, dengan Maxwin akan menjadi berlipat menjadi 60% hingga 180% per tahun. (bbn/adv/rob)


Minggu, 16 Desember 2018 | 08:28 WITA


TAGS: Maxwin Maxwin Organization Indonesia Bebas Bunga



Berita Terkait :


Berita Lainnya :

Lihat Arsip Berita Lainnya: