Jelang Nataru, Kapolresta Denpasar "Warning" Akan Tembak Pelaku Kejahatan

Minggu, 16 Desember 2018 | 19:45 WITA

Jelang Nataru, Kapolresta Denpasar "Warning" Akan Tembak Pelaku Kejahatan

beritabali.com/spy

DOWNLOAD APP BERITABALI.COM   

Beritabali.com, Denpasar. Menjelang Natal dan Tahun Baru (Nataru), Kapolresta Denpasar AKBP Ruddi Setiawan mengingatkan kepada para pelaku rampok, jambret, copet, curanmor, narkoba dan street crime agar tidak lagi beraksi di Bali dan Denpasar. Pihaknya sudah menyiapkan penembak terlatih dari pasukan Resmob yang akan melakukan tindakan tegas di lapangan apabila para pelaku melawan, membawa senjata api (senpi) atau pun senjata tajam (tajam). 
 
Penegasan itu disampaikan AKBP Ruddi dalam apel kesiapan pengamanan menyambut Nataru di RM Owen Kuta Sabtu (15/12. Kapolresta mengumpulkan jajaran Polresta Denpasar yakni Kasatreskrim dan Kasatresnarkoba, Kapolsek dan Kanitreskrim, Resmob Polda Bali serta Satgas CTOC dalam apel gabungan bermotto “Bersama Kita Mewujudkan Bali Aman dan Nyaman”. 
 
“Saya mengumpulkan sekitar 500 personel dari jajaran Polresta, Polsek, Resmob Polda Bali dan Satgas CTOT berkaitan dengan apel gabungan menjelang Nataru. Tujuannya adalah agar pasukan yang saya pimpin ini bersinergi, saling tukar informasi dan bersama-sama memberantas kejahatan jalanan, rampok, copet, jambret, narkoba dan curanmor di wilayah Bali dan Denpasar,” tegasnya, Minggu (16/12). 
 
Mantan Kapolres Badung ini menegaskan, dalam pertemuan tersebut dirinya meminta kepada jajaran Resmob untuk melakukan tindakan tegas kepada para pelaku apabila melakukan perlawanan, membawa senjata api dan senjata tajam pada saat malam pergantian tahun baru. 
 
“Saya sudah perintahkan kepada anggota Resmob kalau melawan tembak saja,” tegas mantan Wadireskrimsus Polda Bali ini. 
 
Ditegaskannya, pasukan Resmob Polda Bali, Polresta dan jajaran Polsek merupakan personel yang terlatih dalam hal menembak jarak jauh dan dekat. Menjelang pengamanan Nataru nanti, penembak terlatih ini akan dilengkapi persenjataan lengkap. 
 
“Semua anggota Resmob dilengkapi senjata lengkap dan memiliki kualifikasi penembak terlatih,” terangnya. 
 
Untuk itu, Kapolresta meminta kepada para pelaku kejahatan agar tidak lagi beraksi dan sebaiknya pergi dari Bali dan Denpasar. 
 
“Jangan main-main lagi di Bali pada saat malam Tahun Baru, maupun hari hari biasa. Kami sikat,” tegasnya lagi. 
 
Menurutnya, selama penindakan tegas dilakukan aparat kepolisian kepada para pelaku kejahatan dengan melumpuhkan kakinya, kriminalitas di Bali dan Denpasar menurun drastis. Penurunan kriminalitas terjadi khususnya wilayah Denpasar, Sanur dan Kuta, Kuta Selatan. 
 
Selain itu, AKBP Ruddi menegaskan penurunan kriminalitas tersebut berkat kinerja anggotanya di lapangan yang bekerja siang dan malam dalam memburu para pelaku kejahatan. 
 
“Dengan ketatnya pengamanan yang kami lakukan berharap agar masyarakat, wisatawan asing dan domestik yang merayakan Nataru di Bali bisa aman dan tentram dan damai,” pungkasnya. [bbn/Spy/psk]


Minggu, 16 Desember 2018 | 19:45 WITA


TAGS: polresta denpasar



Berita Terkait :


Berita Lainnya :

Lihat Arsip Berita Lainnya: