Kreativitas Anak-Anak Dipacu untuk Hindari Dampak Negatif Keterbukaan Informasi

Sabtu, 29 Desember 2018 | 14:00 WITA

Kreativitas Anak-Anak Dipacu untuk Hindari Dampak Negatif Keterbukaan Informasi

beritabali.com/ist

DOWNLOAD APP BERITABALI.COM   

Beritabali.com,Denpasar. Anak-anak terus diharapkan melakukan kreativitas salah satunya kreativitas seni dan budaya untuk menghindari dampak negatif dari era keterbukaan informasi bagi usia remaja dimana anak-anak lebih cenderung labil dan tidak tepat menerima informasi.
 

Demikian disampaikan Wakil Walikota Denpasar IGN Jaya Negara usai menyerahkan piagam sekolah percontohan kesehatan reproduksi (kespro) untuk 5 sekolah SMP negeri dan swasta yang ada di Kota Denpasar bekerjasama dengan Perkumpulan Keluarga Berencana Indonesia (PKBI) daerah Bali, Sabtu (29/12) di Denpasar. 
 
Saat penyerahan piagam sekolah percontohan kespro juga ditandatangani kerjasama dengan Dinas Keshatan, Dinas Pendidikan dan Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Kota Denpasar dengan PKBI daerah Bali.
 
“Melalui kreativitas saya yakin anak-anak remaja khususnya di Kota Denpasar akan mampu menghadapi permasalah kedepan. Sehingga mereka lebih siap untuk mewujudkan masa depan yang cerah,” ujar Jaya Negara. 
 
Lebih lanjut Ia sangat mengapresiasi kerjasama yang telah dilakukan PKBI daerah Bali dengan beberapa sekolah SMP yang ada di Kota Denpasar terutama untuk menghindarkan anak-anak dari pergaulan bebas. Ini sangat penting dilakukan dan harus melibatkan semua pihak untuk mempersiapkan generasi muda yang gemilang.
 
Direktur PKBI Daerah Bali I Komang Sutrisna mengaku bangga dan mengapresiasi komitmen Pemerintah Kota Denpasar yang telah memberikan dukungan penuh terhadap pemenuhan hak kesehatan seksual dan reproduksi remaja melalui kerjasama dengan sekolah SMP yang ada di Kota Denpasar. Lebih lanjut Sutrisna mengaku PKBI membantu program pemerintah untuk mendorong terpenuhinya kebutuhan dan kesehatan reproduksi kesehatan seksual masyarakat dengan kesetaraan gender. Kegiatan ini menyasar seluruh masyarakat dari anak sampai dewasa. 
 

Lebih lanjut Sutrisna mengaku tantangan yang dihadapi masyarakat kedepan khususnya remaja tidak ada habisnya. Terlebih lagi adanya perkembangan teknologi informasi yang memeberikan informasi tiada batas sihingga tidak bisa membedakan mana benar dan terpercaya. “Untuk itu kami melakukan pendekatan melalui kegitatan lintas stakeholder seperti dengan Dinas Keshatan, Dinas Pendidikan dan Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Kota Denpasar. Sekolah yang menjadi intervensi yang strategis sangat tepat dilakukan percontohan. Kami harapkan melalui pendidikan di sekolah dengan pengenalan pergaulan sehat diharapkan mempersiapkan masa depan anak-anak,” ujarnya.
 
Dalam kesempatan tersebut Sutrisna mengucapkan selamat karena Kota Denpasar mendapatkan predikat peringkat pertama sebagai Kota Cerdas Indonesia tahun 2018 dalam katagori kota besar.(bbn/humasdenpasar/rob)


Sabtu, 29 Desember 2018 | 14:00 WITA


TAGS: Kreativitas Anak Dampak Negatif Era Keterbukaan Informasi



Berita Terkait :


Berita Lainnya :

Lihat Arsip Berita Lainnya: