Permintaan Ayam Pecaruan Meningkat, Pedagang Kewalahan Layani Pesanan

Jumat, 04 Januari 2019 | 06:35 WITA

Permintaan Ayam Pecaruan Meningkat, Pedagang Kewalahan Layani Pesanan

beritabali.com/ist

DOWNLOAD APP BERITABALI.COM   

Beritabali.com,Karangasem. Mendekati hari raya Kuningan, pedagang ayam pecaruan dan ayam kampung di pasar Amlapura Timur kewalahan penuhi permintaan konsumen.
 

Menurut salah seorang pedagang ayam kampung di Pasar Amlapura Timur, I Wayan Jung asal Kesimpar, Abang, Karangasem. Menjelang hari raya tertentu dirinya memang terkadang kewalahan untuk menyediakan ayam kampung khususnya ayam untuk pecaruan.
 
"Dari kemarin sudah kewalahan, sekarang saja ada 4 orang yang pesan ayam pecaruan," ujarnya.
 
Untuk Ayam pecaruan biasanya menggunakan jenis ayam kampung dengan warna bulu tertentu sesuai dengan kebutuhan sarana untuk upacara pecaruan itu sendiri. Seperti misalnya ayam dengan bulu putih tulus, putih kuning, Biying (merah), selem (Hitam), berumbun (perpaduan seluruh warna). 
 

Ayam-ayam ini biasanya cukup sulit didapat karena memang hanya sedikit ayam yang terlahir dengan bulu bulu seperti itu sehingga selain langka harganya juga cukup mahal. Untuk ayam pecaruan umur satu sampai dua bulanan kisaran harganya Rp. 35 ribu sampai Rp. 50 ribu ke atas bahkan tak jarang jika semakin sulit diperoleh harganya bisa tidak jauh berbeda dengan harga ayam kampung berukuran dewasa.
 
Sementara itu, untuk penjualan ayam kampung dikatakan Wayan Jung juga sedang laris manis, dengan kisaran harga jual Rp.80 ribu sampai Rp.100 ribu per ekornya. Diakuinya belakangan ini untuk sarana banten, pembeli memang mulai cenderung lebih memilih ayam kampung ketimbang ayam ras (boiler). (bbn/igs/rob)


Jumat, 04 Januari 2019 | 06:35 WITA


TAGS: Ayam Pecaruan Permintaan Meningkat Karangasem



Berita Terkait :


Berita Lainnya :

Lihat Arsip Berita Lainnya: