Bluebird Bali Jadi "Pilot Project" Uji Coba Penerapan FLO di Tol Bali Mandara

Jumat, 01 Februari 2019 | 08:41 WITA

Bluebird Bali Jadi "Pilot Project" Uji Coba Penerapan FLO di Tol Bali Mandara

beritabali.com/ist

DOWNLOAD APP BERITABALI.COM   

Beritabali.com, Badung. Bluebird Bali menjadi uji coba proyek percontohan (Pilot Project) sistem Single-Lane Free Flow (SLFF) di tol Bali Mandara dimana dengan stiker RFID (Radio Frequency Identification) yang diberi nama FLO, pengguna jalan tidak harus berhenti sejenak untuk bayar tol. 
 

General Manager Area Bluebird Group Bali, dr Putu Gede Panca Wiadnyana, menyampaikan, dirinya senang bisa bekerja sama dengan konsorsium yang dipimpin oleh Jasa Marga Tollroad Operator (JMTO) untuk menjadi pilot project uji coba aplikasi FLO pada 600 armada Blue Bird di Jalan Tol Bali Mandara sejak Desember 2018.
 
"FLO menawarkan efisiensi, kemudahan dan kenyamanan untuk supir maupun pengguna armada kami. Selain tanpa perlu menghentikan kendaraan untuk transaksi di gerbang tol, supir armada kami juga bisa memonitor dengan baik jumlah pemakaian uang untuk transaksi di gerbang tol serta kemudahan top up melalui tiga bank terkemuka di Indonesia dan web agen top up FLO yang tersedia di pool kami. Saya juga bangga dapat menunjukan kepada wisatawan mancanegara yang datang ke Bali bahwa teknologi pembayaran tol tidak kalah dengan teknologi di negara maju," kata Panca Wiadnyana.
 
Dua tahun sejak implementasi 100 persen pembayaran Tol menggunakan e-Toll chip based (kartu) diberlakukan, Jasa Marga Tollroad Operator (JMTO) sebagai anak perusahaan Jasa Marga, akan menjadi pengelola transaksi non-tunai di jalan tol milik Jasa Marga. Di tahun 2019 ini, berbagai inovasi telah disiapkan oleh JMTO untuk membawa transaksi non-tunai di jalan tol ke tahapan selanjutnya.
 
Salah satu metode yang sedang dikembangkan dan saat ini sedang diujicobakan adalah penerapan sistem Single-Lane Free Flow (SLFF) di ruas-ruas jalan tol di Indonesia. Sejatinya, sistem SLFF bukanlah sesuatu yang baru. Taiwan dan Malaysia sudah menerapkan sistem SLFF di jalan tol sejak beberapa tahun lalu.
 
Dengan sistem SLFF, pengguna jalan tol tidak perlu memperlambat laju kendaraan atau berhenti sejenak untuk bayar tol. Nantinya, akan ada alat yang menjadi media pembayaran elektronik yang dipasang pada tiap kendaraan. Alat tersebut akan memancarkan sinyal yang dibaca alat penangkap signal di gardu tol, sehingga saat pengendara melewatinya, saldo akan otomatis terpotong.
 
Tergabung dalam satu konsorsium dengan beberapa pihak yang berkompetensi dalam pengembangan instrumen pembayaran elektronik, JMTO telah mengembangkan Uang Elektronik (e-money) berbasis server yang terhubung dengan stiker RFID (Radio Frequency Identification) yang diberi nama FLO.
 
Untuk menggunakan FLO, pengguna jalan tol perlu membeli stiker RFID dimana saldo transaksi pembayaran jalan tol dapat dimonitor melalui aplikasi FLO. Sementara untuk melakukan pengisian saldo, pengguna dapat melakukan top up saldo FLO melalui ATM, e-banking dan mitra yang ditunjuk sebagai jalur distribusi dan top up.
 
Perbedaan mendasar antara FLO yang mengusung skema uang elektronik berbasis server dengan teknologi terdahulu yang menggunakan e-money berbasis chip, saat ini payment processing berlansung secara online dan real-time sehingga secara langsung dapat memotong durasi transaksi yang terjadi di gerbang dan diharapkan dapat mengurangi jumlah antrian yang panjang.
 
Stiker RFID sendiri merupakan alat sensor yang dipasang pada bagian depan kendaraan yang teregistrasi dengan aplikasi FLO. Adapun fitur yang terdapat di aplikasi FLO ini diantaranya seperti cek saldo, e-receipt (struk) serta riwayat transaksi pembayaran Tol. Harga stiker RFID pun terbilang terjangkau sehingga kedepannya teknologi ini tidak akan memberatkan kantong para pengguna jalan tol.
 
Pimpinan Konsorsium Elektronifikasi Pembayaran SLFF (FLO), Septerianto Sanaf, mengatakan, pihaknya berkomitmen untuk terus berinovasi dalam meningkatkan efisiensi dan kualitas layanan di jalan tol dengan mengembangkan teknologi pembayaran electronic toll collection (ETC) di seluruh Indonesia.
 
"FLO merupakan jawaban kami dari agenda elektronifikasi jalan tol di Indonesia yang saat ini penting untuk di implementasikan. Elektronifikasi jalan Tol di Indonesia tidak berhenti hanya pada Single Lane Free Flow (SLFF). Untuk kedepannya kami akan mengembangkan hingga Multi Lane Free Flow (MLFF) yang diharapkan dapat menjadikan proses transaksi lebih efisien dan lancar," ujar Septerianto, dalam keterangan pers yang diterima Beritasatu.com, di Jakarta, Rabu (30/1).
 
Septerianto mengatakan, FLO merupakan salah satu bukti kesuksesan dalam membuat terobosan elektronifikasi jalan tol yang tingkat kesiapannya mendekati 100 persen. "Sejak Desember 2018 lalu, kami telah melakukan uji coba terbatas di Jalan Tol Bali Mandara dengan menggandeng beberapa mitra kami, seperti Blue Bird Group serta Bank Mandiri, BRI, dan BNI untuk melakukan top up," tambah Septerianto.
 
Septerianto berharap, semakin banyak ruas-ruas jalan tol di Indonesia yang menggunakan FLO, tidak terbatas hanya ruas-ruas yang dimiliki oleh Jasa Marga. Mendorong penerapan Single Lane Free Flow (SLFF) di Indonesia, tentunya membutuhkan kolaborasi dari banyak pihak, tidak hanya pemerintah namun ekosistem di jalan tol itu sendiri untuk sosialiasi yang maksimal kepada masyarakat.
 
"Setelah masa uji coba terbatas dilalui dengan baik, FLO diharapkan bisa dipakai oleh masyarakat umum tidak hanya di tol Bali Mandara, namun juga di ruas jalan tol lainnya sehingga mendorong terciptanya masyarakat digital Indonesia," tandas Septerianto.
 
Kepala Divisi Retail Payment BRI, Arif Wicaksono, sebagai salah satu mitra bank untuk FLO mengaku siap turut serta dalam mensukseskan implementasi SLFF di Indonesia.
 
"BRI berkomitmen untuk mendukung penuh penerapan SLFF di ruas tol di Indonesia. Selain memberikan kenyamanan lebih bagi konsumen pengguna jalan tol, dan waktu transaksi yg lebih cepat, bagi bank sistem ini juga lebih efisien," kata Arif.
 
Dengan adanya aplikasi FLO, lanjut Arif, BRI cukup mengintegrasikan source of fund yang mereka miliki, baik itu rekening simpanan ataupun uang elektronik berbasis server, sehingga memberikan keleluasaan top up bagi pengguna.
 
"Biaya operasionalnya tentu lebih efisien daripada uang elektronik berbasis kartu. Semoga bisa segera diimplementasikan secara luas guna mendorong terciptanya budaya cashless di Indonesia," tambah Arif.
 
Kepala Departemen Elektronifikasi dan Gerbang Pembayaran Nasional (GPN) Bank Indonesia (BI), Pungky P Wibowo, turut memberikan apresiasi atas uji coba SLFF melalui FLO di Jalan Tol Bali Mandara.
 

"Kami sangat mengapresiasi usaha JMTO beserta konsorsiumnya dalam mewujudkan SLFF di Indonesia. Penerapan SLFF dengan teknologi nirsentuh adalah upaya meningkatkan pelayanan kepada pengguna jalan tol agar transaksi dapat tercatat dengan cepat dan akurat sehingga proses pembayaran tol bisa dilakukan tanpa berhenti untuk mengurangi tingkat antrian di gerbang tol," kata Pungky.
 
Untuk itu, lanjut Pungky, diperlukan sinergi agar pengguna dapat memperoleh perangkat pembayaran dengan mudah serta beragam metode top up yang mudah di akses oleh pengguna. "Kedepannya kami harap akan terjadi sinergi yang lebih baik lagi dari seluruh ekosistem SLFF sehingga masyarakat bisa merasakan secara maksimal manfaat dari sistem ini," tandas Pungky. (bbn/rls/adv/rob)


Jumat, 01 Februari 2019 | 08:41 WITA


TAGS: Bluebird Bali FLO Tol Bali Mandara Pilot Project



Berita Terkait :


Berita Lainnya :

Lihat Arsip Berita Lainnya: