Guyuran Hujan Menambah Semarak Tradisi Siat Sarang di Desa Selat

Selasa, 05 Februari 2019 | 07:59 WITA

Guyuran Hujan Menambah Semarak Tradisi Siat Sarang di Desa Selat

beritabali.com/ist

DOWNLOAD APP BERITABALI.COM   

Beritabali.com, Karangasem. Jika di Desa Adat Duda Punya Tradisi Siat Api yang menegangkan, di hari yang sama, Soma Kliwon, Tilem Sasih Kaulu, Senin (04/02) desa tetangganya yaitu Desa Adat Selat, Karangasem juga punya tradisi tak kalah serunya yaitu Tradisi Siat Sarang.
 

Tradisi Siat Sarang ini memiliki makna yang hampir sama yaitu nyomia atau menetralisir aura negatif untuk menciptakan keseimbangan alam baik sekala maupun niskala menjelang upacara Usabe Dalem.
 
"Tradisi ini sudah dilakukan turun temurun, menjelang upacara Usabe Dalem," kata Bendesa Adat Selat, Jro Mangku I Wayan Gede Mustika.
 
Sementara itu, dari pantauan saat berlangsungnya tradisi ini, sejumlah pemuda setempat berkumpul di pertigaan yang berada di sebelah utara Polsek Selat dibagi menjadi dua kelompok yang nantinya akan menjalani tradisi Siat Sarang ini. 
 

Di sana Sarang yang terbuat dari daun enau bekas dipergunakan sebagai alas untuk ngincuk (numbuk) jajan uli sehari sebelumnya tradisi ini berlangsung dikumpulkan untuk dijadikan sebagai senjata yang akan dilemparkan kepada lawan.
 
Keseruan terjadi begitu tradisi ini dimulai, di bawah guyuran hujan dua kelompok pemuda yang sudah dibagi sebelumnya saling lempar sarang satu sama lainnya. Bahkan beberapa diantaranya terlihat saling mengincar lawannya.
 
Saling lempar sarang ini terus dilakukan selama beberapa kali hingga sarang yang dipergunakan tersebut rusak. (bbn/igs/rob)


Selasa, 05 Februari 2019 | 07:59 WITA


TAGS: Siat Sarang tradisi Selat Karangasem



Berita Terkait :


Berita Lainnya :

Lihat Arsip Berita Lainnya: