Jembrana Belajar Pengembangan Wisata Ke Purwakarta

Sabtu, 09 Februari 2019 | 07:53 WITA

Jembrana Belajar Pengembangan Wisata Ke Purwakarta

beritabali.com/ist

DOWNLOAD APP BERITABALI.COM   

Beritabali.com, Jembrana. Bagian Humas dan Protokol Sekretariat Daerah Kabupaten Jembrana  melakukan kunjungan kerja (kunker) ke Pemkab Purwakarta, Jabar pada 7-9 Pebruari 2019.
 

Rombongan yang turut mengajak awak media Jembrana dipimpin Asisten Administrasi Umum Nengah Ledang bersama Kabag Humas Prorokol I Komang Suparta disambut Pj Sekda Purwakarta Yus Permana, Plt sekdis Kominfo Siti Ida Hamidah serta Kabid informasi komunikasi publik Hendra Fadli, bersama jajaran di ruang pertemuan kantor bupati Purwakarta.
 
Kunker ke "kota seribu taman" yang terkenal akan wisata air mancur Sri Baduga ini juga dalam rangka peningkatan kapabilitas aparatur penyelenggara tugas pemerintahan di bagian hubungan masyarakat dan protokol. Mendapatkan informasi tentang penerapan kerjasama pemerintah daerah dengan media masa. 
 
"Selain itu kita ingin mendapat informasi lebih kaitan dengan pengembangan wisata. Saat  ini Jembrana juga tengah getol melakukan sejumlah penataan mengembangkan potensi wisatanya," kata Nengah Ledang.
 
Nengah Ledang juga  berharap kunjungan kerja ini akan memberi dampak positif antara Pemerintah Kabupaten Jembrana bersama Kabupaten Purwakarta untuk terus menjaga hubungan kerja sama dalam berbagai hal kaitan pelaksanaan pemerintahan.
 
Sementara Pj Sekda Purwakarta, Yus Permana, mengatakan, Purwakarta merupakan kabupaten terkecil kedua dari 18 kabupaten se-Jabar, dan hanya mempunyai APBD Rp 2,1 Triliun. Selain kecil Purwakarta dulunya dikenal sebutan Kota Pensiun karena hanya sebagai lintasan sejumlah kabupaten/kota besar. Namun perekonomiannya semakin menggeliat seiring gencarnya pembangunan yang dilaksanakan mantan Bupati Purwakarta, Dedi Mulyadi (periode 2008-2013 dan 2013-2018), dan kembali dilanjut Bupati saat ini, Anne Ratna Mustika, yang juga istri dari Dedi Mulyadi.
 
Menurut Yus Permana, Purwakarta tengah mengembangkan berbagai macam objek wisata. Baik itu yang merupakan buatan, wisata alam, wisata religi, dan lainnya. Dari sejumlah objek wisata, salah satu yang paling terkenal adalah Taman Air Mancur Sri Baduga. Taman air mancur yang hanya dinyalakan setiap Sabtu malam atau malam minggu, itu bisa menarik kunjungan sebanyak 15.000 wisatawan. Bahkan, saat dinyalakaan saat malam pergantian tahun baru 2019 beberapa waktu lalu, kunjung wisatan menembus hingga 60.000 orang.
 
"Sri Baduga adalah ikon kota kami karena salah satu yg terbesar di asia tenggara dan keunikannya tidak bisa ditemukan di kota lainnya di Indonesia.  Sampai saat ini, untuk menyaksikan tarian air mancur Sri Baduga juga masih digratiskan. "Perda retribusinya masih disusun. Nanti kalau sudah ada pungutan retribusi, walau kunjungan nanti hanya setengahnya, nanti masih tetap menguntungkan," ujarnya.
 

Keberadaan Sri baduga kini juga banyak merangsang masyarakat untuk mengembangkan sejumlah potensi destinasi wisata baru. Ekonomi masyarakat lokal sekitar juga bisa ikut terdongkrak.
 
Promosi juga tak kalah penting dengan dukungan media.Selain itu ada program tukang ojek pariwisata yang mendukung wisatawan menjelajahi keseluruh obyek wisata diPurwakarta 
 
"Kami juga ada membuat aplikasi, 'Sampurasun Pariwisata Purwakarta untuk mendukung promosi wisata . Bahkan aplikasi ini mendapat juara satu aplikasi promosi pariwisata tingkat Nasional," pungkasnya. (bbn/Jim/rob)


Sabtu, 09 Februari 2019 | 07:53 WITA


TAGS: Jembrana Pengembangan Pariwisata Purwakarta



Berita Terkait :


Berita Lainnya :

Lihat Arsip Berita Lainnya: