Kompetisi Esports Piala Presiden Ingin Tepis Stigma Negatif Main Game Online

Sabtu, 09 Februari 2019 | 22:00 WITA

Kompetisi Esports Piala Presiden Ingin Tepis Stigma Negatif Main Game Online

beritabali.com/ist

DOWNLOAD APP BERITABALI.COM   

Beritabali.com, Badung. Selain membangun ekosistem industri game, Kompetisi Esports Piala Presiden ingin menepis stigma negatif bermain game online hanya membuang-buang waktu.
 

Stearing Commitee Kejuaraan Esports Piala Presiden, Angki Trijaka mengatakan selama ini anggapan bermain game online dianggap negatif, namun sejak ekosistem mulai terbangun dengan dibentuknya IESP, game online tidak bisa dipandang sebelah mata. Terutama sejak dimasukkannya permainan game ini dalam kompetisi Esports dalam eksebisi pada Asian Games tahun lalu, menjadi kategori olahraga baru yang dipertandingkan pada Asian Games di Hong kong, China pada 2022 mendatang. Selain itu, kata dia, Esports juga akan dipertandingkan pada Sea Games 2019 mendatang.
 
"Jadi game ini tidak main-main, sudah masuk kategori yang juaranya jika memperoleh medali sama bonusnya dengan olahraga lainnya," ungkap pria yang juga Penasehat Indonesia e-Sports Association (IeSPA) ini saat membuka Esports Piala Presiden di Badung, Sabtu (9/2).
 
Dijelaskan kompetisi ini merupakan inisiasi Presiden Jokowi sendiri dalam menciptakan industri 4.0 dimana melalui Badan Ekonomi Kreatif bersama Kementrian Pemuda dan Olahraga serta Kementrian Komunikasi dan Informatika untuk mencari bibit-bibit juara untuk mewakili Indonesia pada kejuaraan Esports Internasional.
 
"Saya berharap melalui kompetisi Piala Presiden sebagai tonggak awal dalam membangun ekosistem Esports Indonesia dan menjadi rujukan game player baru yang bisa menjadi juara baru di tingkat internasional," tandasnya.
 
Sementara itu, Hari Santosa Sungkari Direktur Fasilitasi Infrastruktur Fisik Bekraf menjelaskan besarnya peluang industri game dalam menyumbang perekonomian nasional. Tercatat dari data yang dihimpun Bekraf tahun 2015 pangsa pasar industi game meraup besaran nominal USD 320 juta, tahun 2017 naik menjadi USD 890 juta dengan pemain game sebanyak 42 juta orang memposisikan Indonesia di urutan 16 besar dunia pengguna game online.
 
"Dengan jumlah pemain game sebanyak 1 juta orang, Bali termasuk pengguna game keempat terbesar dari seluruh Indonesia," ujarnya saat pembukaan Piala Presiden Esports di Badung, Bali.       
 
Mencermati stigma negatif Game, ia berpendapat bahwa semua yang berdampak kecanduan itu tidak bagus. Dalam kejuaraan Esports sebenarnya mempunyai aturan untuk mengatur waktu latihan dan persiapan fisik sebelum bermain untuk dapat bermain kembali dengan maksimal. "Perlu dibangun semangat positivisme dan kolaborasi dalam bermain Esports," sebutnya. 
 

Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Provinsi Bali I KN Boy Jayawijaya mengungkapkan permainan elektronik atau Esports ini tidak semata-mata bermain game, tetapi juga melibatkan keahlian fisik seperti ketangkasan dan kerja sama tim dalam bermain. "Jadi, tidak hanya sekedar bermain, juga perlu keahlian dan ketangkasan," pungkasnya saat membuka Esports Kualifikasi Regional Bali, mewakili Gubernur Bali Wayan Koster.
 
Selain Bali, Kualifikasi Regional Esports 2019 Piala Presiden juga digelar secara offline di Palembang. Sebanyak 64 tim yang beranggotakan 5 orang siap bertanding di kualifikasi regional tersebut. Setelah Palembang dan Bali ajang ini juga akan dilaksanakan di kota lainnya seperti Makassar, Surabaya, Manado, Solo, Pontianak dan Bekasi. (bbn/rob)


Sabtu, 09 Februari 2019 | 22:00 WITA


TAGS: Esports Game Online Stigma Negatif Buang-Buang Waktu



Berita Terkait :


Berita Lainnya :

Lihat Arsip Berita Lainnya: