Kompolnas Akui Aksi Premanisme di Bali Menurun Karena Kebijakan Kapolda

Kamis, 14 Februari 2019 | 21:30 WITA

Kompolnas Akui Aksi Premanisme di Bali Menurun Karena Kebijakan Kapolda

beritabali.com/ist

DOWNLOAD APP BERITABALI.COM   

Beritabali.com, Denpasar. Perang melawan premanisme dan narkoba di Bali yang dicanangkan Kapolda Bali Irjen Pol Petrus Reinhard Golose mendapat pujian dari Ketua Tim Kompolnas Irjen Pol (Purn) Drs Bekto Suprapto.Msi. Menurutnya, kebijakan Kapolda memberantas kedua penyakit masyarakat itu sangatlah bagus sehingga aksi premanisme di Bali menurun. 
 

Hal itu disampaikan Irjen Pol (Purn) Drs. Bekto Suprapto di sela sela kedatangannya ke Mapolresta Denpasar, Rabu (13/2) sekira pukul 15.0 Wita. Kedatangan Bekto yang disambut Kapolresta Denpasar Kombespol Ruddi Setiawan, tak lain untuk memantau kesiapan Polda Bali dan jajaran Polresta Denpasar dalam rangka pengamanan Pemilihan Legislatif dan Pemilihan Presiden 2019. 
 
Dalam sambutannya dihadapan jajaran Polresta Denpasar, Bekto Suprapto menerangkan, Bali adalah destinasi wisata yang dikenal sangat spesial di mancanegara. Bila sesuatu hal terjadi Bali, maka dunia akan mengetahui apa yang terjadi. “Pengamanan wisata di Bali haruslah menjadi prioritas utama, agar Bali semakin dikenal sebagai daerah wisata teraman di dunia,” jelasnya. 
 
Ditegaskannya, menjaga keamanan di Bali menjadi tanggung-jawab dan tugas berat aparat kepolisian. Namun Bekto bersyukur perbandingan Polisi di Bali sudah sangat ideal, apalagi dibawah kepemimpinan Kapolda Bali Irjen Pol Petrus Reinhard Golose. “Kepemimpinan Kapolda yang sangat bagus dan peduli dengan Bali. Satu sisi saya sependapat dengan Kapolda dan Kapolres tegas yang tidak pandang bulu yang sangat besar pengaruhnya sehingga premanime menurun,” terangnya. 
 
Selain itu, Bekto juga mengimbau kepada jajaraan intelkam untuk mewaspadai perolehan suara dalam Pemilu 209. Bisa jadi ini masalah hoax dan apapun bisa dipelintir. “Kita lihat Pilpres ini, ada team pemenangan, ada tim Partai Politik dan relawan. Jadi tidak ada yang menjamin mereka ini satu garis,” ujarnya. 
 
Hal lain yang harus diwaspadai adalah bertalian erat dengan data pemilihan tetap yang sangat pesat karena surat suaranya sangat besar. “Ini betul-betul harus diawasi dan di cek angkanya. Ada tidak manusianya,” ungkapnya. 
Diharapkannya, menjelang Pileg dan Pilpres 2019 nanti, polisi harus ada di lapangan sesuai quick respon, dan bukan di kantor. "Apalagi sekarang ini kemajuan teknologi sudah sangat maju," tandasnya. 
 

Sementara itu Kapolresta Denpasar Kombespol Ruddi Setiawan didampingi Kabag Ops Kompol menerangkan, menjelang Pileg dan Pilpres 2019, pihaknya sudah melaksanakan koordinasi ke seluruh stakeholder di Bali. Koordinasi ini dilakukan untuk mencegah terjadinya potensi kerawanan yang mungkin terjadi aksi perusakan baliho saat arak ogoh-ogoh. “Kami sudah melaksanakan koordinasi dengan pemda setempat dan aparat terkait tentang kerawanan untuk antisipasi perayaan Pengerupukan,” terangnya. 
 
Mengenai tahapan-tahapan Pemilu, pihaknya sudah bisa memprediksi berdasarkan pengamanan pileg 5 tahun lalu. Yakni dengan konsep dan teknik pengamanan bersifat terbuka dengan target orang, lokasi, benda dan kegiatan Pemilu. Selain itu, cara bertindak pengamanan Pemilu yakni deteksi dini masih berjalan aman. “Pola Pam dan TPS Pemilu 2019 sudah diatur penempatan personil sesuai dengan kerawanan tempat pemilihan di TPS,” pungkas mantan Kapolres Badung ini. (bbn/spy/rob)


Kamis, 14 Februari 2019 | 21:30 WITA


TAGS: Kompolnas Aksi Premanisme Bali Menurun Kebijakan Kapolda



Berita Terkait :


Berita Lainnya :

Lihat Arsip Berita Lainnya: