Kapolresta Denpasar Sebut Jaringan Terorisme Terstruktur di Indonesia Didominasi JAT

Rabu, 27 Februari 2019 | 06:50 WITA

beritabali.com

DOWNLOAD APP BERITABALI.COM   

Beritabali.com, Denpasar. Kapolresta Denpasar Kombespol Ruddi Setiawan mengatakan Bali sudah pernah terjadi Bom Bali 1 dan 2 dilakukan kelompok terorisme, dan jaringan terorisme terstruktur di Indonesia didominasi oleh Jamaah Anshorut Taukid (JAT). 

Hal ini diungkapkannya saat melangsungkan pertemuan dengan warga LDII (Lembaga Dakwah Islam Indonesia) di Gedung Serbaguna LDII di Jalan Padang Griya Gang II nomor 1 Padangsambian Denpasar, Senin (25/2) malam. Dalam kunjungan silahturahmi ini, Kombes Ruddi mengajak warga LDII bersatu melawan terorisme. Materi dalam pertemuan ini membahas radikalisme, intolerasi dan terorisme. 
 
Lebih lanjut, Kombes Ruddi berharap agar Bali tidak lagi menjadi sasaran bom untuk ketiga kalinya. “Jangan sampai Bali kembali menjadi sasaran bom. Kami berharap agar warga turut andil menjaga dan memberikan rasa aman di masyarakat,” tegasnya. 
 
Selain terorisme, Bali juga dihadapkan oleh sejumlah persoalan diantaranya pemberantasan narkoba, premanisme dan sasaran kejahatan lainnya. “Kami berharap agar warga lebih waspada. Bila ada yang dicurigai segera dilaporkan, mari bersatu lawan terorisme. Karena terorisme merupakan faham kelompok dengan melakukan ancaman yang dapat menimbulkan rasa takut untuk suatu tujuan tertentu,” terangnya. 
 
Mantan Kapolres Badung ini juga minta dukungan warga untuk menjaga situasi kamtibmas menjelang pemilu 2019 agar berjalan aman, damai dan sejuk.
 
Kedatangan Kombes Ruddi ke warga LDII didampingi oleh Wakapolresta Denpasar AKBP Benny Pramono. Dalam pertemuan, dihadiri Ketua LDII Kota Denpasar H.M. Kafilari Rohimanto, Ketua MUI Kota Denpasar KH. Saifuddin Zainani dan 500 warga LDII. 
 
Ketua LDII Kota Denpasar Kafilari Rohimanto menyambut baik kedatangan Kapolresta Denpasar dan jajaran. Menurutnya, kegiatan ini sangat penting untuk memberikan pemahaman terkait bahaya radikalisme, intoleransi dan terorisme, termasuk penggunaan media sosial. “Untuk diketahui, kami sudah tanamkan kepada warga kami disini tentang 4 pilar kebangsaan, dan mendukung langkah-langkah pemerintah yang sah,” terangnya. (bbn/spy/rob)


Rabu, 27 Februari 2019 | 06:50 WITA


TAGS:



Berita Terkait :


Berita Lainnya :

Lihat Arsip Berita Lainnya: