STT Dharma Dwipa, Lelateng Raih Juara 1 Lomba Ogoh-Ogoh Se-Jembrana

Jumat, 08 Maret 2019 | 09:19 WITA

STT Dharma Dwipa, Lelateng Raih Juara 1 Lomba Ogoh-Ogoh Se-Jembrana

beritabali.com/ist

DOWNLOAD APP BERITABALI.COM   

Beritabali.com.Jembrana. Ogoh-ogoh STT Dharma Dwipa, banjar adat Ketapang, Desa Pekraman Lelateng, kecamatan Negara yang bertema Geseng Gesing meraih juara pertama dalam lomba ogoh-ogoh yang digelar Pemkab Jembrana, Rabu (8/3).
 

Untuk ogoh-ogoh terbaik, disiapkan hadiah sebesar Rp 6 juta, Juara kedua Rp 5 juta, juara ketiga Rp 4 juta. Sementara untuk juara harapan I dan II masing-masing Rp 2juta. Sebelumnya masing-masing ogoh-ogoh yang tampil juga diganjar jasa pementasan, masing-masing sebesar Rp.5 juta.  
 
Untuk hasil keseluruhan penilaian dewan juri juara kedua diraih STT Hita Graha, banjar adat Munduk Sekehe Teruna Hita Graha, bertema Purane Encak. Juara ketiga diraih STT Eka Cipta, banjar Menega, Kelurahan Dauhwaru, Kecamatan Jembrana, bertema Ogoh-Ogoh Sang Kala Cantaka Murka.
 
Sebelumnya, sebanyak 15 ogoh-ogoh hasil seleksi dari lima kecamatan turut serta dalam lomba tahun ini yang digelar di Catus Pata depan Kantor Bupati Jembrana dalam perayaan Nyepi tahun Caka 1941. Lomba kali ini panitia mewajibkan peserta menggunakan bahan ramah lingkungan sebagai material utama pembuatan ogoh-ogoh karena banyak manfaatnya dan melarang keras penggunaan styrofoam maupun bahan plastik dan sejenisnya. 
 
Penggunaan bahan ramah lingkungan dalam pembuatan ogoh-ogoh ini juga menjadi acuan dewan juri yang berasal dari kalangan akademisi, pelaku seni serta praktisi dalam  menentukan pemenang. Bahkan memiliki porsi paling besar karena memiliki bobot penilaian 80 persen .Komponen ini juga termasuk anatomi, keindahan serta ekspresi ogoh-ogoh yang dibuat.  
Sisanya meliputi pementasan  dan fragmentari sebesar 10 persen, serta  unsur tabuh 10 persen. 
 
“Kami pilih dewan juri yang benar – benar kompoten dibidangnya. Didalam penilaian tidak ada titipan atau pesanan, apalagi memihak salah satu peserta,” ujar I Ketut Arya Tangkas,  panitia lomba  yang juga ketua Sabha Yowana Jembrana terkait teknis penilaian, Rabu (6/3).
 
Ditambahkannya, selain mendukung program pemerintah sesuai Pergub nomor 97 tahun 2018, tentang pembatasan sampah plastik , penggunaan bahan ramah lingkungan juga banyak manfaatnya. Selain lebih aman dan sehat lanjutnya, semua anggota sekehe bisa terlibat mulai dari mencari dan membentuk bahan hingga menganyam atau mengulat.
 
"Yang tidak ikut mengulat, bisa membantu rekan-rekannya menyiapkan tabuh maupun fragmen tari. Rasa memiliki serta kebersamaan juga akan tumbuh disini. Jadi intinya semua anggota bisa terlibat,” papar Arya Tangkas.
 
Dijelaskan melalui penggunaan bahan ramah lingkungan juga disebutnya, tradisi masyarakat Bali akan terjaga. "Melalui pembuatan ogoh-ogoh masyarakat Bali yang terbiasa ngayah, menyama braya serta bahu membahu satu sama lain justru akan memunculkan ide-ide kreatif dari anak muda untuk membangun banjarnya atau desanya,” jelas Arya Tangkas. 
 
Sosialisasi penggunaan bahan ramah lingkungan juga sudah dilakukan. Diantaranya melalui surat menggandeng desa dinas serta kecamatan.  Sementara sosialisasi secara langsung dengan mengumpulkan perwakilan sekehe teruna di Gedung Mendopo Kesari – Negara, pada hari Jumat (1/2) lalu. “Memang kedepan trendnya adalah penggunaan bahan bahan ramah lingkungan seperti ini. Hal ini juga sudah dilakukan di daerah-daerah lain yang juga mengadakan lomba ogoh-ogoh,” ungkapnya.
 

Pelaksanaan lomba ogoh-ogoh yang disaksikan langsung Wakil Bupati Jembrana I Made Kembang Hartawan yang juga penggagas lomba ogoh ogoh di Jembrana sejak tujuh tahun lalu. Selain itu turut hadir Kapolres Jembrana AKBP Budi P Saragih , Dandim 1617/Jembrana Letkol Djefry Marsono Hanok serta pimpinan OPD dilingkup Pemkab Jembrana, ini juga wujud nyata serta komitmen Pemkab Jembrana secara berkesinambungan memberikan ruang  seluas-luasnya bagi generasi muda untuk menunjukan kreatifitasnya. Selain itu guna menumbuhkan  kebersamaan serta rasa keindahan. 
 
I Wayan Sutardi, Kabid Kebudayaan pada Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Pemkab Jembrana mengatakan ogoh-ogoh dibuat diwajibkan mencirikan Bhutakala dengan tema-tema kreatif sebagai perlambang sifat negatif. “Lomba tahun ini kami bekerjasama dengan sabhya yowana, majelis madya serta camat se-Jembrana.Sebelumnya sosialisasi lomba serta tim pemantau juga sudah turun kemasing-masing kecamatan memberi penilaian. Hasil pemantauan itulah yang kita perlombakan hari ini, diikuti 15 perwakilan ogoh-ogoh,” papar Sutardi. (bbn/jim/adv/rob)


Jumat, 08 Maret 2019 | 09:19 WITA


TAGS: Loma Ogoh-Ogoh Jembrana



Berita Terkait :


Berita Lainnya :

Lihat Arsip Berita Lainnya: