Terungkap, Keterlibatan Pelaku Perampokan Money Changer pada Kasus Lain

Jumat, 22 Maret 2019 | 09:09 WITA

Beritabali.com

DOWNLOAD APP BERITABALI.COM   

Beritabali.com, Denpasar. Setelah menangkap dua perampok asal Rusia dan menembak mati seorang diantaranya, pasukan Resmob Polresta Denpasar mengungkap keterlibatan para pelaku dalam kasus perampokan lain. Yakni perampokan di Money Changer di Jalan Nakula Kuta dengan kerugian 1 miliar dan di Jalan Pantai Balangan sebesar 390 juta.

Kapolresta Denpasar Kombespol Ruddi Setiawan mengatakan dari hasil penyelidikan terkait maraknya aksi perampokan money changer, pelaku diduga orangnya sama. Seperti kasus perampokan money changer di jalan Nakula Kuta. Para perampok ini berhasil melumpuhkan karyawan, mengikatnya dan menutup mulutnya dengan lakban dan selanjutnya menggasak uang miliaran rupiah.

Berdasarkan hasil penyelidikan, kata Kombes Ruddi, pihaknya mengidentifikasi ciri ciri pelaku mirip warga negara asing. “Setelah kami cek rekaman CCTV pelakunya ada bermata biru, dan ini kami kembangkan terus penyelidikan,” tegasnya.

Dengan kecepatan tim gabungan yang dibentuk 4 bulan lalu, pihaknya berhasil melacak keberadaan pelaku yang kembali beraksi di Money Changer MBC PT. Bali Maspin Tjinra di Jalan Pratama Nomor. 36, XY, Tanjung Benoa, Kuta Selatan, Selasa (19/3) dini hari lalu.

“Kalau kami lihat berdasarkan hasil penyelidikan pelaku ini beraksi di Jalan Nakula dan Balangan (Pantai Balangan, red). Masih kami dalami,” tegasnya.

Para perampok asal Rusia ini kata Kombes Ruddi diduga orang-orang terlatih. Pasalnya, dari penggeledahan di rumah kos Alexie di jalan Pasir Putih nomor 10B Kedonganan Kuta, pihaknya menemukan ada alat boxing untuk bela diri.  “Di kos ada alat boxing untuk beladiri dan otomatis pelaku ini sudah terlatih dengan bela diri,” ujarnya.

Terkait adanya dugaan keterlibatan orang lokal, Kombes Ruddi mengatakan sejauh penyelidikan tidak ditemukan keterlibatan orang lokal. Sedangkan para pelaku ini beraksi dengan menggunakan mobil yang disewa.

“Satu pelaku lagi masih kami kejar. Kalau si Jos (Georgeii Zhukov, red) sudah 6 tahun di Bali dan sering bolak balik ke Bali,” pungkasnya. (bbn/Spy/rob)


Jumat, 22 Maret 2019 | 09:09 WITA


TAGS:



Berita Terkait :


Berita Lainnya :

Lihat Arsip Berita Lainnya: