Kasus Perceraian Tinggi, PHDI Tabanan Rancang Pendidikan Pra Nikah

Rabu, 24 April 2019 | 21:00 WITA

Kasus Perceraian Tinggi, PHDI Tabanan Rancang Pendidikan Pra Nikah

beritabali.com/ist

DOWNLOAD APP BERITABALI.COM   

Beritabali.com, Tabanan. Parisadha Hindu Dharma Indonesia (PHDI) Tabanan menilai banyak pasangan usia pernikahanya masih seumur jagung sudah memilih jalan cerai. Untuk mencegah hal itu, PHDI Tabanan merancang pendidikan pra nikah.
 

“Akan dimulai pada 2020, Saat ini masih lakukan sosialisasi di kecamatan,” kata Ketua PHDI Tabanan I Wayan Tontra, Rabu 24 April 2019. 
 
Pendidikan pra nikah PHDI Tabanan ini akan menyasar siswa SMA/SMK. Ini dilakukan untuk memberikan pemahaman kepada para remaja arti pernikahan sebenarnya. 
 
"Dalam Pendidikan Pra Nikah itu akan diisi materi tentang hukum adat dan hukum agama," ujarnya. 
 

Dikatakan dasar dibuatnya pendidikan pra nikah ini berdasarkan data yang didapat, tiap tahun di kecamatan terjadi 5 kasus perceraian. Rata-rata mereka cerai adalah pasangan usia muda. "Alasanya macam-macam mulai dari perselingkuhan dan ekonomi," jelasnya. 
 
Oleh karena itu ia berharap lewat pendidikan pra nikah, pasangan yang akan menikah supaya siap secara mental dan fisik. Karena selain pemateri dari PHDI juga didatangkan psikolog dan mahasiswa yang diajak bekerjasama. "Ini kami masih rancang teknisnya masih disusun dan direalisasikan tahun 2020," ujar Tontra. 
 
Untuk menarik perhatian peserta yang mengikuti, PHDI dua pekan lagi melaksanakan sosialisasi di setiap kecamatan menyasar anak remaja. "Dua pekan lagi sosialisasi untuk pemancing sasaranya anak SMA dan SMK," ujarnya. (bbn/tab/rob)


Rabu, 24 April 2019 | 21:00 WITA


TAGS: PHDI Tabanan Kasus Perceraian Pendidikan Pra Nikah



Berita Terkait :


Berita Lainnya :

Lihat Arsip Berita Lainnya: