Komunikasi Relawan Pasebaya Gunung Agung Lewat Frekuensi Radio Terancam Terputus

Sabtu, 18 Mei 2019 | 13:35 WITA

Komunikasi Relawan Pasebaya Gunung Agung Lewat Frekuensi Radio Terancam Terputus

beritabali.com/ist

DOWNLOAD APP BERITABALI.COM   

Beritabali.com, Karangasem. Peran Relawan Pasebaya Agung dalam memberikan edukasi melalui frekwensi radio bagi warga dilingkar Gunung Agung dirasakan sangat bermanfaat. 
 

Bahkan melalui informasi terkini para relawan yang berada di setiap sudut visual Gunung Agung, frekuensi Pasebaya dijadikan sebagai acuan oleh warga ketika melaksanakan aktivitas sehari hari. 
 
Namun apa jadinya jika frekuensi yang selama ini dijadikan acuan oleh warga lingkar Gunung Agung berhenti digunakan padahal aktivitas Gunung Agung belakangan ini kembali mengalami peningkatan yang ditandai dengan beberapa kali erupsi disertai dengan lontaran lava pijar.
 
Seperti yang dijelaskan Sekretaris Pasebaya Agung, I Wayan Suara Arsana. Per tanggal 29 Mei 2019 mendatang, masa pinjam frekuensi Pasebaya kepada Orari Lokal Karangasem telah berakhir, itu artinya untuk sementara waktu Pasebaya tidak bisa memberikan informasi kepada warga terdampak via radio.
 
"Selain masa waktu dukungan frekuensi yang akan berakhir, juga dikarenakan ada penataan alokasi frekuensi dari pemerintah, kebetulan frekwensi 146.620 yang dipergunakan Pasebaya selama ini merupakan alokasi untuk Kabuapaten Jembarana, tentu saja harus kita serahkan pada lokal atau kabupaten Jembrana," kata Suara Arsana.
 
Sementara itu, Pasebaya sendiri menurut Suara Arsana terkait langkah selanjutnya, masih belum terpikirkan dan masih akan melakukan koordimasi dengan rekan Kepala Desa 28 Desa terdampak dilingkar Gunung Agung. Meski demikian, Relawan Pasebaya Akan tetap berupaya selalu memberikan edukasi dan informasi, meski tidak melalui frekuensi radio. Edukasi masih tetap bisa dilakukan melalui grup whatsapp yang telah dibentuk.
 
Terkait dengan habisnya waktu dukungan frekwensi dari Orari untuk Pasebaya, Ketua Orari Kabupaten Karangasem, I Gusti Semarabawa ketika dikonfirmasi menjelaskan, menunjuk surat dari pasebaya dengan nomor 02/GA/XI/2018 prihal permohonan dukungan komunikasi. Sesuai dengan aturan yang ada, Orari siap melaksanakan dukungan komunikasi seoerti dimaksudkan surat dari Pasebaya dengan menyediakan tiga repiater link untuk menjngkau lingkar gunung agung dan personil seperlunya.
 
Dukungan komunikasi dilaksanakan selama 6 bulan, terhitung mulai tanggal 26 November 2018 sampai 26 Mei 2019. Hanya saja meski masa waktu dukungan frekuensi habis, jika terjadi hal darurat seperti Erupsi Gunung Agung, Orari Siap membantu termasuk seluruh peralatan  masih siaga di lapangan.
 

Kendati demikian, dikatakan Semarabawa, mengenai hal ini, Orari sendiri terikat oleh PM 17 tahun 2018 Ayat 2 ketika darurat ( 2017) dan Pasal 4 ayat 2 yang menyatakan, stasiun radio amatir atau perangkat radio amatir dilarang digunakan sebagai sarana komunikasi oleh instansi pemerintah, TNI/Polri, badan usaha milik negara, badan usaha milik daerah, badan usaha milik suasta, koprasi atau badan - badan lainnya.
 
"Hasil rapat evaluasi kemarin, Pasebaya akan  membangun Jaringan Komunikasi mandiri dan sekaligus membuat ISR (izin konsesi) ke BALMON, untuk urusan Teknis tetap akan diback up oleh ORARI Lokal Karangasem," ungkap Semarabawa.
 
Selain itu lanjut Semarabawa, Pasebaya juga dikatakan sudah mengirim surat  kembali kepada Orari Karangasem mengenai perpanjangan dukungan komunikasi. Terkait dengan surat permohonan tersebut, pihak Orari sendiri mengaku akan mepakukan rapat dahulu bersama pengurus untuk membahas frekuensi mana yang akan dipakai untuk mendukung dan berapa lama waktunya. (bbn/igs/rob)


Sabtu, 18 Mei 2019 | 13:35 WITA


TAGS: Komunikasi Frekuensi Radio Relawan Pasebaya Terputus



Berita Terkait :


Berita Lainnya :

Lihat Arsip Berita Lainnya: