Mengangkat Derajat Arak Bali (9): Produksi Arak Harus Diawasi Ketat

Jumat, 24 Mei 2019 | 08:32 WITA

Mengangkat Derajat Arak Bali (9): Produksi Arak Harus Diawasi Ketat

Beritabali.com/ilustrasi/net

DOWNLOAD APP BERITABALI.COM   

Beritabali.com, Denpasar. Proses produksi arak Bali harus diawasi secara ketat oleh pemerintah. Jika terjadi kesalahan dalam proses pembuatan arak Bali, dunia pariwisata Bali menjadi taruhannya.
 
Hal ini disampaikan pemilik pabrik arak dan juga brem Dewi Sri, Ida Bagus Rai Budarsa. Wacana legaliasi arak Bali, menururtnya adalah ide bagus jika idenya untuk meningkatkan pendapatan masyarkat atau petani arak. 
 
"Saya setujulah, cuma harus kita pikirkan juga, apa cuma legalisasi atau bisa dengan cara lain? Misalnya bagaimana menjaga kulitas tuak, kemudian tuak itu yang disuplai ke pabrik, pabrik yang membuat araknya, karena jika (petani) dikasi buat arak sendiri, begitu permintaan banyak, maka arak ini sangat gampang disubstitusi dengan alkohol etanol, jika salah, bisa metanol yang dipakai," jelasnya.
 
Proses produksi arak Bali, sebut Gus Rai, juga harus diawasi dengan sangat ketat oleh pihak berwenang. Jangan sampai karena ada permintaan banyak, kualitas dan standar pembuatan arak diabaikan demi mengejar keuntungan dengan cara cepat.
 
"Jika kemampuan suling (destilasi) 10 botol misalnya, kemudian ada order 100 botol arak, lalu bagaimana caranya? Akhirnya pakai campuran alkohol agar bisa memenuhi pesanan. Suatu kali salah campur dikasi metanol, akan tersebar luas efeknya ke pariwisata Bali, luar biasa dampaknya. Kita tidak bisa kontrol petani arak yang jumlahnya banyak," ujarnya. 
 
Ide legalisasi arak Bali, ujar Gus Rai, sangat bagus untuk meningkatkan pendapatan petani. Namun mekanismenya harus diatur dengan sangat baik agar tidak merugikan citra arak Bali itu sendiri dan pariwisata Bali dalam skala yang lebih luas. 
 
"Tuak dari petani (sebagai bahan arak)  sebaiknya disuplai saja ke pabrik arak, harus diawasi dengan sangat ketat. Arak ini cairan bening dan juga alkohol, misal komponen utamanya 40 persen, jika sampai "slip" sedikit saja, efeknya berat sekali ke pariwisata. Metanol itu bahaya sekali, kena sedikit bisa buta, kemudian lewat sedikit lagi nyawa sudah tidak bisa ditolong," ujarnya. [bbn/psk]


Jumat, 24 Mei 2019 | 08:32 WITA


TAGS: arak bali bali



Berita Terkait :


Berita Lainnya :

Lihat Arsip Berita Lainnya: