Red Bull Airborne Pertama Kali Diadakan di Bali

Peselancar Made Dharma Yasa "Bleronk" Maju ke Acara Utama

Rabu, 29 Mei 2019 | 08:56 WITA

Peselancar Made Dharma Yasa "Bleronk" Maju ke Acara Utama

beritabali.com/ist

DOWNLOAD APP BERITABALI.COM   

Beritabali.com, Gianyar. Kompetisi selancar aerial Red Bull Airborne tahun ini diadakan di 3 negara yang berbeda, salah satunya adalah Indonesia. 
 

Kompetisi ini diselenggarakan bersamaan dengan Tur Kejuaraan Dunia WSL Bali Pro Men’s and Women’s yang berlangsung di Pantai Keramas di Gianyar, Bali. 
Indonesia diwakili oleh Made Darma Yasa Bleronk yang berhasil mengalahkan 18 peselancar pilihan dalam babak kualifikasi dan maju ke acara utama. 
 
Selain Bleronk, peselancar berbakat Indonesia yang baru berusia 14 tahun, Bronson Meidy, berhasil mendapatkan local wild card dan berhak bertanding di acara utama. Seri Red Bull Airborne ini diciptakan oleh peselancar WCT yang sudah pensiun, Josh Kerr, yang memiliki karir panjang sebagai salah satu peselancar paling kreatif dan inovatif di dunia yang bahkan memiliki manuver aerial atas namanya yaitu Kerrupt Flip.
 
 
Perhentian pertama dari seri Red Bull Airborne 2019 diadakan di Duranbah, Gold Coast, Australia selama kompetisi selancar Quiksilver Pro, yang dimenangkan oleh Italo Ferreira. Ada total tiga perhentian di 2019 yaitu Australia, Indonesia, dan terakhir di Perancis.
 
Menurut Kerr, setiap atraksi dinilai pada skala 0-10, bahkan jika peselancar menyelesaikan banyak trik pada satu gelombang. Atraksi terbang akan dinilai berdasarkan penyelesaian, komitmen, tingkat kesulitan, inovatif dan manuver progresif, gaya, kecepatan, kekuatan, tinggi dan teknik yang akan menghasilkan atraksi akrobat udara yang luar biasa. 
 
 
"Tujuan dari kriteria penjurian adalah untuk mendorong batas-batas selancar aerial, dan memberikan peselancar-peselancar yang berbakat, kesempatan untuk mengejar mimpi mereka dan menempatkan bakat mereka di panggung dunia," katanya.
 

Jack Freestone (Australia) berhasil memenangkan Red Bull Airborne dalam persaingan yang sengit di babak utama. Semua itu berkat atraksi Jack yang luar biasa saat babak final. Freestone berhasil mengalahkan Kalani David (Hawaii) dan Eli Hanneman (Hawaii) sepanjang babak final. 
 
Kedua peselancar dari Hawaii tersebut melakukan atraksi yang luar biasa di babak final tetapi tidak bisa mendapatkan ketinggian dan rotasi yang diperlukan untuk naik ke posisi pertama. Mason Ho (Hawaii), Ian Crane (Amerika Serikat), dan Eric Geiselman (Amerika Serikat) juga berjuang untuk mendapatkan pendaratan yang sempurna di satu jam babak final namun tidak membuahkan hasil. (bbn/rls/rob)
 
Hasil akhir Red Bull Airborne Bali:
 
1 - Jack Freestone (AUS) 5.93 
 
2 - Kalani David (HAW) 5.63
 
3 - Eli Hanneman (HAW) 4.47
 
4 - Ian Crane (USA) 1.00
 
5 - Eric Geiselman (USA) 0.00
 
5 - Mason Ho (HAW) 0.00
 
 


Rabu, 29 Mei 2019 | 08:56 WITA


TAGS: Red Bull Airborne 2019 Peselancar Gianyar



Berita Terkait :


Berita Lainnya :

Lihat Arsip Berita Lainnya: