Genre Jiwa Muda Rock Psikedelik dalam Terjemahan Matilda Band

Senin, 17 Juni 2019 | 14:00 WITA

Genre Jiwa Muda Rock Psikedelik dalam Terjemahan Matilda Band

beritabali.com/IG rockmatilda

DOWNLOAD APP BERITABALI.COM   

Beritabali.com, Denpasar. Rock Psikedelik, sebuah genre dengan sejarah panjang, berhasil diperbaharui oleh jiwa-jiwa muda di Bali yang akhirnya menjelma sebagai salah satu genre terfavorit yang unik dan ‘out of the box’.
 

Sangat tidak sama dengan yang lain, baru, serta imajinatif adalah kata-kata yang pantas menggambarkan Psychedelic Rock sebagai kiblat bermusik baru anak muda di Bali.    
 
Musik merupakan salah satu simbol dari kebebasan berekspresi yang sangat digandrungi oleh anak-anak muda. Musik seperti  sebuah portal pengantar ke dimensi berbeda dimana imajinasi menjadi kenyataan. Namun aliran-aliran musik ‘mainstream’ kerap kali membatasi lekak-lekuk kehidupan anak muda yang penuh warna. Hal itu lah yang terbersit di benak 4 anak muda asli Bali, yang kemudian tergabung dalam sebuah grup band bertajuk ‘Matilda’.
 
Nama ‘Matilda’ sendiri diambil dari judul sebuah film, dimana di film itu dikisahkan seorang anak yang mampu berpikir di luar nalar. Inilah ideologi dari grup ‘Matilda’. Mengusung genre Rock Psikedelik, konsep ‘Out of the Box’ adalah senjata andalan mereka. 
 
“Genre awal kita adalah akustikan, selama kurang lebih 2 tahun kami mencari karakter Matilda seperti apa barulah kami menemukan aliran rock yang kami suka,” ungkap Ewa, vokalis Matilda saat ditanya tentang awal mula perjalanan musik Matilda.
 
Psychedelic sendiri merupakan sebuah genre musik yang lahir di Amerika Serikat pada tahun 1960-an. Berhasil diadaptasi oleh Matilda sehingga menjadi sebuah genre ‘baru’ anak muda. Band yang terbentuk tahun 2015 ini pun juga menyebutkan bahwa salah satu ciri khas Matida adalah ambient sound dengan sisipan nada-nada yang tidak terduga. 
 
Walaupun salah satu personil Matilda mengatakan sangat susah untuk menembus pasar musik, namun Matilda baru saja berhasil merilis EP (Extended Play) pertama mereka yang berjudul Persona. Ep yang berisikan 5 single ini diakui sangat menggambarkan Matilda yang sesungguhnya. 
 

“Kita tidak perlu melihat jauh dulu untuk membahas sesuatu, bahas dulu diri kita sendiri karena di dalam diri masih banyak kekurangan yang ada” terang Adit (gitaris) dan Ewa tentang pesan yang coba disampaikan melalui EP Persona ini. 
 
Meski terkesan berjalan melawan waktu, tidak membuat genre ini diasingkan, tetapi malah dicintai serta menjadi salah satu ciri musik di Bali saat ini. Rock Psikedelik yang identik dengan musik ‘keras’ nya menjelma menjadi sarana kebebasan berekspresi jiwa muda di Bali yang dibuktikan dengan banyak bermunculan konser-konser musik bernuansa Psikedelik. 
 
Menurut Turah, drummer Matilda, “Genre Rock Psychedelic sangat mungkin untuk bertahan di Bali, tergantung konsistensi masing-masing band,” sebutnya. (bbn/Unud/rob)


Senin, 17 Juni 2019 | 14:00 WITA


TAGS: Rock Psikidelik Matilda Jiwa Muda



Berita Terkait :


Berita Lainnya :

Lihat Arsip Berita Lainnya: