Cara membersihkan Pantat Usai BAB Melalui Mekonceng, Mekidkid dan Mekilad

Rabu, 19 Juni 2019 | 15:25 WITA

Cara membersihkan Pantat Usai BAB Melalui Mekonceng, Mekidkid dan Mekilad

beritabali.com/Ilustrasi

DOWNLOAD APP BERITABALI.COM   

Beritabali.com. Denpasar.Masyarakat Bali dahulu sebelum mengenal toilet atau WC memiliki 3 cara dalam membersihkan pantat atau anus usai buang air besar (BAB). Tiga cara tersebut biasanya dikenal dengan istilah mekonceng, mekidkid dan mekilad.


Mekonceng merupakan istilah untuk membersihkan pantat dengan air. Kemudian mekidkid merupakan istilah membersihkan pantat dengan kain atau daun dan mekilad yaitu membersihkan pantat dengan cara menggosokan pantat di batang kayu, akar atau batu. 

Salah seorang warga Denpasar, Juliani mengakui masih melestarikan 2 dari 3 cara masyarakat Bali dalam membersihkan pantat setelah BAB.

Mekonceng masih kita lestarikan, karena tidak mungkin klau buang hajat itu tidak mekonceng, kemudian mekidkid masih dilestarikan ketika mempunyai bayi ketika buang hajat tentu akan dibersihkan dengan cara mekidkid.Cuma media yang digunakan kalau dulu itu menggunakan serabut kelapa sekarang menggunakan tisu basah,” ungkap Juliani ketika dikonfirmasi di Denpasar pada Rabu (19/6).

Menurut Pemerhati Budaya Bali Made Nurbawa, praktek mekonceng, mekidkid dan mekiladmenunjukkan bahwa dahulu masyarakat Bali sangat akrab dengan lingkungan.

”Itu menggambarkan kondisi yang dekat dan akrab dengan lingkungan. Saat ini di era milinium orang sudah asing dengan lingkunganya karena mekonceng, mekidkid dan mekilad tidak lagi dekat dengan kehidupan mereka,” kata Nurbawa.

Pria satu putri tersebut mengungkapkan bahwa istilah mekonceng, mekidkid dan mekilad menjadi bukti kemampuan masyarakat Bali dalam beradaptasi dengan lingkungan, terutama dalam upaya menjaga kebersihan badan.

Selain itu, Mekonceng, mekidkid dan mekilad merupakan pola hidup masyarakat jaman dulu dalam mewujudkan hidup nyaman, sehat dan bersih.


“Disitu juga terlihat penggambaran pola hidup manusia pada jamannya agar bisa bertahan hidup dengan nyaman. Untuk bertahan hidup ini tidak selalu sandang, pangan dan papan tetapi juga bagaimana hidup nyaman ditengah-tengah lingkungan yang ada, khususnya bagaimana bisa hidup sehat dan bersih,” ujar mantan Komisioner KPID Bali tersebut.

Praktek mekonceng sebenarnya hingga kini masih tetap lestari, namun istilah mekencong lebih dikenal dengan istilah cebok. Istilah mekidkid juga masih dapat dijumpai namun istilah tersebut kini lebih dikenal dengan lap atau membersihkan dengan tisu.

Praktek mekilad yang tidak dapat dijumpai, karena tidak mungkin mekilad di tembok atau sudut toilet. [bbn/mul]


Rabu, 19 Juni 2019 | 15:25 WITA


TAGS: Mekonceng Mekidkid Mekilad BAB



Berita Terkait :


Berita Lainnya :

Lihat Arsip Berita Lainnya: