Kurangi Penggunaan Bahan Plastik, Prodi Manajemen Perhotelan PIB Beri Pelatihan Membuat Tas Berbahan Kertas Bekas

Jumat, 28 Juni 2019 | 12:20 WITA

Kurangi Penggunaan Bahan Plastik, Prodi Manajemen Perhotelan PIB Beri Pelatihan Membuat Tas Berbahan Kertas Bekas

Beritabali.com/ist

DOWNLOAD APP BERITABALI.COM   

Beritabali.com, Tabanan. Salah satu faktor yang menyebabkan rusaknya lingkungan hidup yang sampai saat ini masih tetap menjadi problem besar bagi Indonesia adalah faktor pembuangan limbah sampah plastik. Kantong plastik telah menjadi sampah yang berbahaya dan sulit dikelola.


Diperlukan waktu puluhan bahkan ratusan tahun untuk membuat sampah bekas kantong plastik itu benar-benar terurai. Diperlukan waktu 1000 tahun agar plastik dapat terurai oleh tanah secara terdekomposisi atau terurai dengan sempurna. Saat terurai, partikel-partikel plastik akan mencemari tanah dan air tanah.

Di Bali, sampah plastik sudah masuk ke taraf mengkhawatirkan, akademisi Fakultas Kelautan dan Perikanan (FKP) Universitas Udayana, Dr. Gede Hendrawan dalam kajiannya menyatakan 80 persen sampah di laut Bali adalah sampah plastik yang berasal dari aktivitas masyarakat baik di darat maupun laut dan ini berdampak buruk bagi pariwisata Bali.

Sementara itu Pemerintah Kota Denpasar dan Pemerintah Provinsi Bali  mulai tahun 2019 telah menetapkan aturan pengurangan sampah plastik. Regulasi tersebut adalah Peraturan Walikota Denpasar No.36/2018 tentang Pengurangan Penggunaan Kantong Plastik dan Peraturan Gubernur Bali No.97/2018 tentang Pembatasan Timbulan Sampah Plastik Sekali Pakai.

Hal tersebut menjadi salah satu yang melatarbelakangi Program Studi (Prodi) D4 Manajemen Perhotelan (MPH) Politeknik Internasional Bali (PIB) menyelenggarakan pengabdian masyarakat di empat panti asuhan di Bali yaitu, Panti Asuhan Dharma Jati II, Panti Asuhan YAPPA, Panti Asuhan Dria Raba, Panti Asuhan Eben Haezer pada 28-30 Mei 2019 yang lalu.

Kepala Program Studi Manajemen Perhotelan, Victor Bangun Mulia B.Sc., M.B.A. menyampaikan bahwa kegiatan pengabdian masyarakat ini selain memberi pelatihan pembuatan tas dari kertas bekas juga memberi penyuluhan kebersihan kamar dan fasilitas pelengkap Lainnya, pelatihan Bahasa Inggris di Bidang Pariwisata serta penyuluhan etika berkomunikasi bagi Anak dan Remaja.

"Kami ingin mensosialisasikan cara sederhana untuk mengurangi penggunaan bahan plastik serta beberapa kemampuan dasar yang dibutuhkan di sektor pariwisata seperti berbahasa inggris, menjaga kebersihan dan etika berkomunikasi," jelas Victor yang lulusan S2 Hospitality Administration dari Johnson and Wales University, Amerika.

Selain berbagai penyuluhan tersebut, rangkaian pengabdian masyarakat selama tiga hari, juga dilakukan pembagian sembako kepada pengasuh dan anak-anak panti asuhan bekerjasama dengan PT Saka Agung Abadi.

Sementara itu, direktur PIB Prof. Dr.Ir. Sulistyawati, M.S.,M.M.,M.Mis.,D.Th.,Ph.D., D.Ag mengatakan bahwa kegiatan pengabdian kepada masyarakat dilaksanakan dalam rangka mengamalkan salah satu tridarma perguruan tinggi, selain pendidikan dan penelitian.
“Dosen selain mengajar dan meneliti juga memiliki tanggungjawab melakukan pengabdian kepada masyarakat,” ucap Prof. Suli.

Lebih lanjut Prof. Suli juga menekankan bahwa dipilihnya panti asuhan-panti asuhan tersebut sebagai upaya untuk meningkatkan kepekaan sosial dosen dan mahasiswa selain memberikan solusi berdasarkan kajian akademik atas kebutuhan, tantangan atau persoalan yang sedang dihadapi masyarakat.

"Dosen dan mahasiswa harus mampu memberi solusi kepada masyarakat berdasarkan kajian akademis, khususnya kebutuhan atau masalah yang sedang dihadapi masyarakat, seperti masalah lingkungan serta kebutuhan kemampuan di sektor pariwisata,"pungkas Prof. Suli. (gus/adv)


Jumat, 28 Juni 2019 | 12:20 WITA


TAGS: pib politeknik internasional bali pariwisata tabanan penmas



Berita Terkait :


Berita Lainnya :

Lihat Arsip Berita Lainnya: