Kisah Nengah Wenten, Hidup Susah Hingga Terpaksa Buang Air Di Kebun

Senin, 01 Juli 2019 | 09:15 WITA

beritabali.com

DOWNLOAD APP BERITABALI.COM   

Hidup di bawah garis kemiskinan memaksa Ni Nengah Wenten, 54 tahun, salah seorang warga Dusun Tukad Sabuh, Desa Duda Utara, Kecamatan Selat, Kabupaten Karangasem harus berjuang keras untuk menafkahi keluarganya.
.
Di tengah segala keterbatasan Nengah Wenten tetap berusaha menjadi seorang ibu sekaligus bapak bagi putra semata wayangnya I Wayan Dana, 22 tahun yang mengidap suatu penyakit sejak beberapa tahun lalu hingga menyebabkan kondisi dan tingkah lakunya tidak seperti pemuda sebayanya.
.
Ketika tim media www.beritabali.com mendatangi kediaman Wenten, dengan senyum ramah dirinya menyapa kedatangan tim yang membawa sejumlah bantuan berupa sembako dan kebutuhan pokok lainnya, meskipun dalam benaknya sedikit kaget tiba - tiba kedatangan orang yang tak ia kenal.
.
Untuk menemukan rumah Wenten tidaklah terlalu sulit, dari jalan aspal tepatnya jalur perbatasan Dusun Geriana Kangin dan Dusun Tukad Sabuh hanya perlu berjalan kaki sekitar 200 meter memasuki gang kecil di bawah rimbunnya kebun salak. 
Begitu memasuki pekarangan rumahnya, ada satu bangunan rumah berukuran sekitar 4 × 6 meter, bangunan rumah yang sudah berusia sekitar 25 tahun inilah menjadi tempat tinggal satu - satunya sekaligus dapur yang dimiliki Wenten bersama anaknya.
Sehari - hari, Nengah Wenten bekerja sebagai tukang "ngebuin ron" atau memisahkan lidi dari daun enau dengan penghasilan tak lebih dari Rp.30 ribu, itupun tidak setiap hari, terkadang ketika tidak ada daun enau dirinya mencari kerjaan serabutan seperti nimpag membersihkan batang pohon salah yang sudah tua atau nyangkul di sawah.


Senin, 01 Juli 2019 | 09:15 WITA


TAGS: #news #berita #beritabali #beritabalitv #bali #DusunTukadSabuh #DesaDutaUtara #Karangasem #MembantuSesama



Berita Terkait :


Berita Lainnya :

Lihat Arsip Berita Lainnya: