Wapena Bali, Peninggalan Berharga Pak Topo

Senin, 08 Juli 2019 | 08:00 WITA

Wapena Bali, Peninggalan Berharga Pak Topo

beritabali.com/ist

DOWNLOAD APP BERITABALI.COM   

Beritabali.com, Denpasar. Pak Topo, begitu awak media akrab memanggilnya adalah sosok yang sangat inspiratif bagi yang bertugas di Kebencanaan (BPBD), cara kerja beliau cepat dan tidak mengenal lelah banyak dicontoh.
 

Sesungguhnya kami sudah mengagendakan sebuah acara dengan beliau, yaitu pembekalan dan peningkatan kapasitas pers. Tahun 2015 silam beliau mempelopori terbentuknya WAPENA (Wartawan Peduli Bencana) Bali, sebuah wadah bagi insan pers yang secara khusus melakukan peliputan terhadap kebencanaan di Bali. 
 
Saat terbentuk beliau langsung memberi pembekalan, dan para awak media merasa sangat senang karena banyak mendapat pengalaman serta transfer pengetahuan dari Pak Topo. 
 
Awalnya bersama media, beliau telah sepakat tanggal 22 Juni yang lalu beliau hadir di Bali bersamaan dengan Pentas Seni Wayang Cengblong "budaya sadar bencana" serangkaian HUT Kota Amlapura, tapi karena berobat ke Guangzhou maka rencana ke Bali pun tertunda. 
 
BPBD Provinsi Bali, memiliki pusdalops (pusat pengendalian dan operasional), yang sesungguhnya secara peran dan fungsi hampir sama dengan pusdatin di BNPB. Pusdalops adalah pusat data dan informasi bagi kebencanaan di Bali.
 
Kami berkomitmen "meneruskan" spirit dan semangat yang diwariskan oleh Pak Topo melalui pusdalops BPBD Bali. Atas dorongan Ketua PWI Provinsi Bali IGB Dwikora Putra, di awal tahun 2019 sepakat dibentuk TRC News (Tim Reaksi Cepat - News). TRC News adalah tim humas kami di Pusdalops yang diberi tugas tidak hanya menyediakan data dan informasi tapi juga melakukan respons cepat (quick respons) pemberitaan terhadap update kondisi (kondisi terkini). 
 

TRC News rohnya terlahir dari semangat dan dedikasi yang ditunjukkan oleh Pak Topo, dalam 2 (hal)  yaitu : pertama, menyajikan data dan informasi lengkap serta akurat, kedua dengan sabar dan detail melayani semua insan pers. Jadi spiritnya adalah: data yang akurat dan melayani dengan hati. 
 
Sejalan dengan spirit itu dan saya banyak belajar dari cara kerja Pak Topo, maka sehari setelah saya dilantik sebagai Kalaksa BPBD Provinsi Bali (7 Pebruari 2019) saya mengeluarkan "LAYANAN CALL BACK KALASA BPBD BALI" sebuah layanan telpon kembali kepada semua pihak (apalagi Wartawan dan Relawan). 
 
Jika ingin wawancara atau ada kepentingan apapun dengan Kalaksa (saya) anda cumi saja (cuma misscall) dan saya akan telpon balik, ini sebagai wujud dan komitmen saya dalam mengemban tugas mulia di bidang penanggulangan bencana, karena saya menyadari BPBD tidak bisa berdiri sendiri dan harus bersinergi dengan semua pemangku kepentingan. 
 
#salamTANGGUH
#demiKEMANUSIAAN
 
Penulis 
 
Made Rentin
Kalaksa BPBD Provinsi Bali


Senin, 08 Juli 2019 | 08:00 WITA


TAGS: Sutopo Purwo BNPB Meninggal Dunia



Berita Terkait :


Berita Lainnya :

Lihat Arsip Berita Lainnya: