Usai Divonis 13 Tahun, Terdakwa Miliki 59 Paket Sabu Siap Edar Langsung Menangis

Senin, 15 Juli 2019 | 19:25 WITA

Usai Divonis 13 Tahun, Terdakwa Miliki 59 Paket Sabu Siap Edar Langsung Menangis

beritabali.com/ist

DOWNLOAD APP BERITABALI.COM   

Beritabali.com, Denpasar. I Gede Adi Indrawan, terdakwa kelahiran Sulawesi 32 tahun lalu ini diamankan petugas usai membagi 50,38 gram sabu menjadi 59 paket siap edar.
 

Ganjarannya, Majelis Hakim di PN Denpasar menjatuhkan hukuman selam 13 tahun penjara. Pada sidang yang di gelar di Ruang Kartika, Senin (15/7) itu Majelis Hakim pimpinan Angeliky Handjani Dai,SH,MH hanya mengurangi hukuman 2 tahun penjara dari tuntutan JPU dari Kejati Bali.
 
Tidak hanya itu, Majelis Hakim juga menjatuhkan pidana denda sebesar Rp10 miliar subsider 6 bulan penjara. "Mengadili terdakwa bersalah melawan hukum sebagaimana tertuang dalam Pasal 112 ayat 2 UU No.35/2009 tentang Narkotika," Sebut Hakim. 
 
Kendati menerima putusan hakim, namun pria asal Jembrana ini begitu ke luar sidang langsung menangis lantaran dipastikan selama 13 tahun mendekam di Lapas Kelas IIA Kerobokan.
 
Sama halnya dengan I Dewa Gede Ngurah Sastradi,SH selaku Jaksa Penuntut Umum (JPU) yang sebelumnya menuntut 15 tahun penjara juga menyatakan menerima putusan hakim.
 

Pada dakwaan diuraikan jaksa awalnya pada Kamis (10/1) sekitar pukul 11.00 Wita terdakwa dihubungi seseorang lewat telepon untuk mengambil paket sabu-sabu di seputaran Jalan Gelogor Carik. Sabu itu kemudian dibawa ke tempat kosnya di Jalan Gunung Soputan, Denpasar Barat.
 
Di dalam kamar, sabu sebanyak itu oleh terdakwa dibagi menjadi 59 paket siap edar. Sehari kemudian tepatnya Jumat (11/1) petugas Ditresnarkoba Polda Bali menggerebek kediaman terdakwa di kamar kos No.7 itu. 
 
"Dari penggeledahan didapati barang bukti sabu-sabu sebanyak 59 paket plastik klip siap edar dengan total berat bersih 50,38 gram," ungkap Jaksa. (bbn/maw/rob)


Senin, 15 Juli 2019 | 19:25 WITA


TAGS: Terdakwa Paket Sabu Vonis



Berita Terkait :


Berita Lainnya :

Lihat Arsip Berita Lainnya: