Tren Komunitas Pecinta Merpati Mulai Populer di Karangasem

Minggu, 28 Juli 2019 | 17:30 WITA

Tren Komunitas Pecinta Merpati Mulai Populer di Karangasem

beritabali.com/ist

DOWNLOAD APP BERITABALI.COM   

Beritabali.com, Karangasem. Belakangan ini, burung merpati menjadi salah satu dari sekian banyak jenis burung yang mulai populer di Bumi Lahar, Karangasem.
 

Penghobi burung jenis ini, saat ini bisa dikatakan cukup banyak dan tersebar di seluruh wilayah Kabupaten Karangasem bahkan sampai membentuk sejumlah komunitas pecinta merpati baik di tingkat lokal hingga skala Kabupaten.
 
Menurut salah seorang penghobi burung merpati asal Dusun Bangbang Biaung, Desa Duda, Selat, Karangasem bernama I Kadek Arianta (27), pertimbangan memelihara burung jenis ini bukanlah dinilai dari seberapa indah kicauannya melainkan dari warna bulu dan ketangguhannya ketika beradu di udara.
 
"Kalau saya pelihara merpati penerbang, jika membeli harus diperhatikan body dan sayap merpati, Merpati penerbang yang bagus memiliki ukuran bodi yang bagus serta sayap yang lebar," kata Arianta saat ditemui di rumahnya, Minggu (28/07/2019).
 
Arianta sendiri bisa dikatakan sebagai salah satu penghobi merpati senior di wilayahnya, bayangkan dari lulus SMA hingga saat ini masih konsisten mempertahankan hobinya bahkan makin kesini kecintaannya terhadap burung legendaris pada masanya itu kian bertambah seiring munculnya komunitas - komunitas penghobi Merpati.
 
Di Karangasem sendiri untuk jenis burung Merpati, sejauh ini belum diketahui pernah diadakannya lomba seperti burung jenis kicauan. Namun di kalangan penghobi lokalan ada semacam persaingan atau pertandingan antar penghobi hanya saja tidak bersifat resmi. 
 
Setiap pagi, masing - masing penghobi akan menerbangkan hingga puluhan merpati andalannya. Merpati yang diterbangkan itu akan membentuk kelompok ketika berada di langit dan terbang berputar-putar.
 
Disinilah akan tejadi pertandingan ketika kelompok atau kawanan merpati milik penghobi yang lainnya bertemu dengan koloni merpati lainnya di udara dan bergabung atau "cakup" begitu istilah yang digunakan para penghobi. Setelah "cakup" dan berputar putar beberapa lama diudara, merpati-merpati ini kemudian berpisah dan kembali ke sarang (tuannya) masing -masing. 
 
Pada saat kembali inilah puncak keseruannya, jika beruntung  merpati lawan akan tertarik dan ikut turun dengan koloni merpati lainnya oleh penghobi disebut sebagai "lolosan/cubdang".
 

"Kalo beruntung bisa bawa turun dua ekor lolosan lumayan dijual untuk beli pakan, kalo lagi apes ya merpati kita yang kalah," tutur Arianta.
 
Di samping hobi, memelihara dan ternak burung merpati juga memiliki potensi ekonomi yang cukup menjanjikan, harga merpati dengan warna bulu tentu bisa mencapai Rp.500-Rp.600 ribu per ekornya. Sedangkan untuk merpati dengan warna dan kualitas biasa harganya Rp.150 ribu per ekornya. 
 
Dengan harga seperti itu, tentunya bisa menjadi peluang ekonomi bagi peternak merpati disamping proses ternak dan pemeliharaan yang cukup mudah. Meski demikian, perlu juga memperhatikan beberapa hal seperti pakan agar Merpati terhindar dari penyakit. (bbn/igs/rob)


Minggu, 28 Juli 2019 | 17:30 WITA


TAGS: Komunitas Pecinta Merpati Populer Karangasem



Berita Terkait :


Berita Lainnya :

Lihat Arsip Berita Lainnya: