Wisata Medis: Malaysia Tawarkan Pengobatan Kanker dengan Metode Imunoterapi

Minggu, 28 Juli 2019 | 19:00 WITA

Wisata Medis: Malaysia Tawarkan Pengobatan Kanker dengan Metode Imunoterapi

beritabali.com/ist

DOWNLOAD APP BERITABALI.COM   

Beritabali.com, Denpasar. Malaysia Healtcare Travel Council (MHTC), sebuah badan pemerintah yang khusus menangani wisata medis menawarkan pengobatan kanker dengan metode imunoterapi. Selain harga terjangkau, kualitas pelayanannya diklaim lebih terjamin karena diawasi pemerintah.
 

Dr. Lim Su Hong, Konsultan Hematologis dari Gleneagles Hospital Penang menjelaskan, saat ini imunoterapi dapat menjadi salah satu alternatif dalam pengobatan kanker.
 
“Imunoterapi adalah suatu bentuk pengobatan kanker yang memberi manfaat sistem kekebalan tubuh manusia dan sel-sel ini digunakan untuk melawan kanker. Imunoterapi dapat digunakan sendiri dalam pengobatan kanker atau dikombinasikan dengan kemoterapi yang merupakan perawatan utama dalam pengobatan kanker. Terapi tersebut memberikan minimal efek samping,” jelasnya.
 
Farah Delah Suhaimi selaku Director Market Development Indonesia MHTC menjelaskan selain rumah sakit Gleneagles di Penang yang khusus menangani kanker, MHTC juga membawahi 73 rumah sakit yang tersebar di wilayah Johor, Kuala Lumpur, dan Malaka.
 
Kelebihan dari pelayanan di Malaysia ketimbang negara tetangga seperti Singapura, kata dia, adalah selain karena pertukaran nilai rupiah yang lebih murah dari dolar, kualitas dan standar pelayanan pun dijamin karena berada dalam pengawasan pemerintah.
 

Ia menyebut pertumbuhan wisatawan medis dari Indonesia menunjukkan peningkatan kunjungan yang signifikan. Dari mulai 2017 tercatat sebanyak 600 ribu orang, 2018 sebanyak 900 ribu orang dan tahun ini MHTC menargetkan sebanyak 1 juta orang.
 
"Dengan pengobatan dan peralatan yang berstandar dunia, selain kanker, kami juga melayani pengobatan jantung, medical check up, dan orthopedic," sebutnya dalam acara gathering kesehatan yang diadakan di Denpasar berkolaborasi dengan komunitas PSMTI (Paguyuban Sosial Marga Tionghoa Indonesia) di Bali.
 
Menurut data pada tahun 2018, Malaysia Healthcare telah melayani lebih dari 1,2 juta wisatawan medis, ini meningkat lebih dari 14% dibandingkan tahun 2017. Pada tahun yang sama, jumlah pasien dari Indonesia juga mengalami peningkatan sebesar 11% dibandingkan tahun sebelumnya, terutama dari  Jakarta, Surabaya dan Medan. (bbn/rob)


Minggu, 28 Juli 2019 | 19:00 WITA


TAGS: Wisata Medis Malaysia Imunoterapi Kanker



Berita Terkait :


Berita Lainnya :

Lihat Arsip Berita Lainnya: