NTB Darurat Narkoba: Masuk Jaringan Antar Negara, Hampir Tiap Hari Ciduk Penyalahguna

Kamis, 01 Agustus 2019 | 18:00 WITA

NTB Darurat Narkoba:  Masuk Jaringan Antar Negara, Hampir Tiap Hari Ciduk Penyalahguna

beritabali.com/ist

DOWNLOAD APP BERITABALI.COM   

Beritabali.com, Lombok. Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) masuk dalam darurat narkoba. Pasalnya, hampir setiap hari, jajaran Polda NTB  berhasil mengungkap dan menangkap pelaku tindak penyalahgunaan Narkotika dan obat terlarang. 
 

Tren kasusnya terus mengalami kenaikan dan masuk jaringan antar negara. Dir Res Narkoba Polda NTB, Kombespol Sudjarwoko SH SIK MH, didampingi Kasubdit II AKBP I Komang Satra SH selaku Penyidik  menegaskan, bahwa tindak kejahatan narkoba di NTB sudah sangat mengkhawatirkan. Mengacu pada jumlah pengungkapan kasus yang terus mengalami peningkatan. 
 
"Untuk bulan Juni 2019 Polda dan Polres sudah menangani 40 kasus laporan polisi, dengan 62 tersangka. Barang bukti shabu 300 gram, ganja 38,64 gram, ekstasi 12,5  gram, dan obat-obatan terlarang 80 butir," ungkap Sudjarwoko saat jumpa pers di lobby Polda NTB, Kamis (1/8). 
 
Didampingi Kadiv Humas Kombespol Purnama SIK, Dir Res Narkoba menjelaskan pada intinya Polda NTB komit memberantas narkoba. Komitmen ini juga dibarengi sosialisasi kepada masyarakat tentang pentingnya ketahanan sosial di lingkungan masing-masing.
 
"Dari 62 tersangka, ada jaringan antar pulau. Mereka memesan barang langsung, dari Dompu ke Kalimantan. Sudah dalam jaringan antar negara, karena dekat negara tetangga," papar Sudjarwoko. 
 
Dari 40 kasus narkoba di bulan Juni 2019 ini, yang menonjol pelakunya adalah pelajar dan Mahasiswa, dengan 5 kasus dan barang bukti 22,72 gram shabu dan 0,39 gram ganja. Juga ada tersangka dari ibu-ibu rumah tangga.
 
"Obyek wisata Gili Trawangan pada Mei dengan satu tersangka, barang bukti 1 gram sabu. Jadi atensi kami juga," ucap Sudjarwoko, yang segera akan  berkoordinasi dengan Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) untuk mengatasi 'darurat' narkoba di NTB.
 
Hasil pengungkapan, Polres Mataram dengan sembilan kasus, Polres Bima Kota lima kasus, Dompu empat kasus, Polres Bima, Sumbawa barat dan Sumbawa dengan tiga kasus. Polres Lombok barat dan Lombok tengah dengan 2 kasus, dan Lombok Utara satu kasus.
 
"Untuk trend kenaikan kasus akan kami buat data tiga bulan terakhir. Tapi secara signifikan ada kenaikan trend kasus 10 sampai 15 persen," urainya. (bbn/lom/rob)
 
 
Sebagai pejabat baru di Ditresnarkoba, Sudjarwoko melakukan kebijakan dengan mem 'briefing' personelnya di lapangan setiap hari. Apalagi modus-modus para tersangka juga bervariasi. 
 
Dan terbaru di NTB modus yang digunakan tersangka adalah lewat paket buku. 
Dijelaskan modus lewat buku baru tertangkap di NTB. Ini modus lama dan  terdeteksi dengan X-ray. Modus pemesanan diterima lewat titipan kilat dan langsung dari Kalimantan. (bbn/lom/rob)


Kamis, 01 Agustus 2019 | 18:00 WITA


TAGS: NTB Darurat Narkoba Pelaku



Berita Terkait :


Berita Lainnya :

Lihat Arsip Berita Lainnya: