Sosok

Awal Kisah Maestro Gusti Nyoman Lempad Jadi Pengabdi Puri Ubud

 Sabtu, 29 Juni 2024, 08:38 WITA

beritabali/ist/Awal Kisah Maestro Gusti Nyoman Lempad Jadi Pengabdi Puri Ubud.

IKUTI BERITABALI.COM LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Beritabali.com, Denpasar. 

Kriyaloka (Lokakarya) Seni Rupa ‘Karya I Gusti Nyoman Lempad’ dalam ajang Pesta Kesenian Bali (PKB) berlangsung menarik. 

Para peserta yang kebanyakan para pecinta dan perupa muda itu, tak hanya hanya mendapatkan kisah seorang maestro seni rupa, tetapi juga pelajaran khususnya di bidang seni rupa. 

Paling tidak, sosok pelukis ternama memberikan tauladan melalui kisah dan karya-karyanya. Para peserta yang hadir di Kalangan Angsoka, Taman Budaya Provinsi Bali, Kamis, (27/6/2024) itu mendapatkan sesuatu yang lebih. 

Para peserta belajar dedikasi maestro Lempad menghasilkan karya-karya monumental yang hingga kini masih mengundang decak kagum. Kriyaloka dibawakan perupa I Gusti Nyoman Darta yang juga salah satu ‘cucu’ dari maestro I Gusti Nyoman Lempad

Gusti Nyoman Lempad lahir pada 1862 di Desa Bedahulu. Ayahnya seorang undagi bernama I Gusti Ketut Mayukan,” kata Gusti Darta mengawali pemaparannya.

Pada saat Lempad berusia 12 tahun, ayahnya mengajaknya pindah ke Ubud. Alasan pindah itu karena mereka difitnah. Mereka lalu, tinggal di Kerajaan Ubud. 

Kepiawaian Gusti Mayukan dan anaknya Gusti Lempad dalam membuat bangunan dan patung sangat berguna. Bangunan puri di Ubud merupakan hasil karya keduanya. 

Atas jasa Gusti Mayukan dan Gusti Lempad, Puri Ubud memberikan sebidang tanah untuk ditinggali Gusti Mayukan dan keluarganya yang kini letaknya di Jalan Raya Ubud, Banjar Taman Kelod, Kelurahan Ubud, Gianyar. 


Halaman :


Berita Beritabali.com di WhatsApp Anda
Ikuti kami




Tonton Juga :





Hasil Polling Calon Walikota Denpasar 2024

Polling Dimulai per 1 September 2022


Trending