search
radio_button_unchecked
radio_button_unchecked
radio_button_unchecked
radio_button_unchecked
radio_button_unchecked
radio_button_unchecked
radio_button_unchecked
radio_button_unchecked
radio_button_unchecked
light_mode dark_mode
Sate Susu Sapi, Sajian Kuliner Untuk Memulihkan Stamina
Sabtu, 15 Juni 2019, 10:39 WITA Follow
image

beritabali.com/ist

IKUTI BERITABALI.COM DI

GOOGLE NEWS

BERITABALI.COM, DENPASAR.

Beritabali.com, Denpasar.Sate susu sapi merupakan sate yang terbuat dari puting sapi atau payudara sapi. Sate ini menjadi makanan khas di pasar Kampung Jawa yang berlokasi di Jalan Ahmad Yani, Kampung Jawa, Desa Wanasari, Denpasar Barat. Sate susu sapi ini diyakini oleh warga setempat memiliki khasiat untuk memulihkan stamina.

[pilihan-redaksi]

Salah seorang pedagang satu susu sapi, Lita mengatakan tidak ada yang tahu pasti kapan sate susu ini mulai ada dan terkenal. Namun yang jelas satu susu sate telah menjadi sajian khas di pasar Kampung Jawa dan menjadi kuliner yang dicari saat bulan puasa.

“Hanya saja peminatnya memang lebih banyak di bulan Ramadan dan lebih banyak pedagang yang menjualnya pada bulan Ramadan dibandingkan dengan bulan-bulan biasanya” kata perempuan berumur 31 tahun tersebut saat ditemui di Denpasar beberapa waktu lalu.

Satu tusuk sate susu sapi biasa berisi tiga potongan puting atau payudara sapi dan dijual dengan harga sekitar Rp 2.000 per tusuk. Bumbu yang digunakan dalam sate ini sangat berbeda dengan sate pada umumnya yang menggunakan bumbu kacang dan kecap. Sate ini disajikan bersama dengan bumbu gurih pedas yang terbuat dari tepung beras dan dicampur dengan santan serta bumbu seperti kencur, cabai merah, cabai rawit, dan bawang putih.

Proses pembuatan sate susu sapi ini terbilang cukup lama, karena untuk merebus puting sapi bersama bumbu-bumbunya saja memerlukan waktu kurang lebih sekitar empat hingga lima jam agar sate susu ini memiliki tekstur yang kenyal dan empuk saat dimakan. Setelah direbus, puting sapi ini dipotong menjadi kotak-kotak dan proses selanjutnya sama dengan pembuatan sate pada umumnya. Saat memakan sate susu rasanya seperti memakan potongan lemak atau dikenal dengan gajih

Salah satu pengunjuang dari Jakarta bernama Maharani Cendani (37 tahun) mengaku jauh-jauh ke Bali pada bulan Ramadan hanya untuk mencari sate susu sapi yang pernah ia makan saat ia masih kuliah. Selain Maharani, ada juga pembeli yang bernama Angie Angelica (19 tahun), mahasiswi di salah satu kampus di Denpasar yang mengunjungi pasar Kampung Jawa hanya untuk membeli sate susu sapi, karena penasaran ingin mencoba sate susu sapi.

Banyaknya pembeli sate susu sapi saat bulan Ramadan membuat sate susu sapi habis terjual sebelum pukul 18.00 Wita. Hal ini diakui oleh seorang pembeli bernama Awam (20), “Saya datang sekitar pukul 17.30 Wita, tapi sate susunya sudah terjual habis”uangkap Awam.[bbn/unud/mul]

Reporter: bbn/mul



Simak berita terkini dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Ikuti saluran Beritabali.com di WhatsApp Channel untuk informasi terbaru seputar Bali.
Ikuti kami