Mulai 2026, Koster Anggarkan Rp5 Triliun untuk Lima Proyek Jalan Baru di Bali

bbn/ilustrasi/Sinar Bali/Mulai 2026, Koster Anggarkan Rp5 Triliun untuk Lima Proyek Jalan Baru di Bali.
GOOGLE NEWS
BERITABALI.COM, DENPASAR.
Pemerintah Provinsi Bali menyiapkan anggaran sebesar Rp5 triliun untuk membangun lima proyek jalan baru guna mengatasi kemacetan, terutama di wilayah Denpasar dan Badung.
Gubernur Bali, Wayan Koster, menyatakan bahwa anggaran ini akan dialokasikan dalam APBD 2026 dan bersumber dari APBD Provinsi serta APBD Kabupaten/Kota.
“Bukan dihitung hanya di Denpasar, tetapi seluruh Bali. Totalnya itu hitungan sementara mencapai Rp5 triliun,” ujar Koster usai menghadiri Apel HUT Kota Denpasar, Kamis (27/2/2025).
Dana tersebut akan difokuskan pada pembangunan infrastruktur jalan yang dinilai dapat mengurai kemacetan. Lima proyek jalan baru akan dibangun untuk menghubungkan Kota Denpasar dan Kabupaten Badung, termasuk jalan yang menghubungkan Sunset Road ke Mahendradatta, serta jalan dari Gatot Subroto Barat menuju Canggu. Selain itu, jalur Simpang Akasia menuju Simpang Padang Galak juga masuk dalam rencana pembangunan.
Tidak hanya pembangunan jalan baru, proyek ini juga mencakup pembangunan dua underpass, yakni underpass Ahmad Yani dan underpass Tohpati, yang diharapkan dapat mengurai kepadatan lalu lintas di titik-titik rawan kemacetan.
Selain pembangunan jalan, Koster juga menyiapkan rencana tambahan untuk membangun gedung parkir di Sanur serta menyediakan shuttle bus guna mengatasi kepadatan lalu lintas di sekitar Pelabuhan Sanur. Pengoperasian kembali Bus Trans Metro Dewata (TMD) juga menjadi bagian dari skema penataan transportasi di Bali.
Bus TMD yang sempat berhenti beroperasi pada Januari 2025 akan kembali melayani rute Denpasar, Badung, Gianyar, dan Tabanan (Sarbagita), dengan anggaran yang direncanakan masuk dalam APBD perubahan mendatang.
Koster menegaskan bahwa pembangunan infrastruktur ini menjadi prioritas dalam mengatasi permasalahan kemacetan yang selama ini menjadi keluhan utama masyarakat Bali. Dengan proyek jalan baru dan optimalisasi transportasi publik, diharapkan lalu lintas di wilayah Sarbagita, khususnya Denpasar dan Badung, menjadi lebih lancar.
“Pembangunan infrastruktur dan transportasi ini diperhitungkan mampu mengurangi kemacetan di wilayah Sarbagita, terutama di Denpasar dan Badung,” tutupnya. (Sumber: SuaraBali.id)
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/net