search
radio_button_unchecked
radio_button_unchecked
radio_button_unchecked
radio_button_unchecked
radio_button_unchecked
radio_button_unchecked
radio_button_unchecked
radio_button_unchecked
radio_button_unchecked
light_mode dark_mode
Gangguan Jiwa Kumat, Leher Digorok
Senin, 14 Juli 2008, 15:41 WITA Follow
image

Beritabali.com

IKUTI BERITABALI.COM DI

GOOGLE NEWS

BERITABALI.COM, TABANAN.

Warga BTN Taman Sekar, Kediri, Senin (14/7) dihebohkan dengan ditemukannya tubuh Ni Made Susini (46) yang tinggal di Jalan Kartini V, Blok C 32 dalam kondisi tidak bernyawa. Di lehernya ditemukan luka sayatan benda tajam. Sejauh ini polisi belum mengetahui penyebab kematian korban, apakah bunuh diri atau dibunuh.



Informasi yang dihimpun di TKP menyebutkan, tubuh korban ditemukan sudah tidak bernyawa lagi sekitar pukul 06.00 Wita oleh saksi yang juga anak korban yakni I Komang Artha Wijaya.

Saat itu saksi hedak berangkat sekolah di bangku SMA. Saksi kemudian mencium bau yang tidak sedap. Saksi kemudian mengecek ke semua kamar yang ada di dalam rumahnya.

Saksi kemudian menemukan tubuh ibunya yang sudah tertelungkup di lantai, bersimbah darah. Saksi kemudian berteriak minta tolong. Teriakan saksi kemudian membangunkan seisi rumah korban, termasuk suami korban Made Sudarya yang langsung merangkul tubuh istrinya.



Karena suasana panik dan gaduh, beberapa tetangga yang penasaran pun berdatangan melihat kejadian tersebut. Tak berselang lama Kapolsek Kediri AKP IGA Suwinaci bersama anggota Polres Tabanan meluncur ke TKP. Dua anggota dari Tim Labpor Denpasar juga tampak di lokasi melakukan oleh TKP.



Setelah dilakukan pemeriksaan terhadap mayat korban, sekitar pukul 08.30 Wita polisi kemudian membawa mayat korban ke RSUP Sanglah untuk diotopsi. "Kasus ini masih dalam penyelidikan kami, mengenai motif, penyebabnya kita tunggu hasil penyelidikan dan hasil labpor," jelas Suwinaci seijin Kapolres Tabanan AKBP Onto Cahyono.

Pihaknya, juga masih memintai keterangan suami korban Made Sudarya, beserta saksi yakni anak korban I Komang Artha Wijaya. "Kita juga sita barang bukti sebilah pisau dan sandal yang ditemukan tidak jauh dari korban," pungkas Suwinaci.

Informasi lain yang berhasil dihimpun, korban memang memiliki penyakit jiwa sejak 2 tahun lalu. Dan sempat dirawat di RS Bangli semalma 10 hari. "Setahun lalu korban juga pernah mengamuk membawa pisau dan ingin membacok anaknya," jelas sumber yang enggan di-online-kan. (nod)

Reporter: bbn/rob



Simak berita terkini dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Ikuti saluran Beritabali.com di WhatsApp Channel untuk informasi terbaru seputar Bali.
Ikuti kami