Korban Terseret Arus di Pantai Kuta Sempat Dilarang Temannya
GOOGLE NEWS
BERITABALI.COM, BADUNG.
Tim Basarnas hingga kini masih melakukan pencarian terhadap Kadek Yuda Yudyandika yang terseret arus deras di Pantai Kuta depan Bali Anggrek, pada Rabu 18 Mei 2022 sekitar pukul 18.40 WITA.
Pria berusia 19 tahun itu sebelumnya sempat dilarang untuk berenang di tempat yang sudah ada tanda larangan (bendera merah). Namun korban yang tinggal di Jalan Raya Sempidi Banjar Gede nomor 1 Badung itu tidak mengubrisnya hingga dirinya terseret arus deras Pantai Kuta.
Menurut Kasi Humas Polresta Denpasar Iptu Ketut Sukadi, Kadek Yuda datang ke Pantai Kuta bersama teman-temannya yakni Komang Adhi Nugraha (36), Putu Kinardi Saputra Yoga (15), I Made Rai Bagus Angga (19) dan Kadek Agus Darmayuda (20).
Sebelum berenang, keempatnya bermain volly pantai di lokasi. Selanjutnya korban mengajak teman-temanya berenang ke laut.
Lantaran sudah ingin mandi, korban langsung berenang ke tengah laut. Melihat itu teman temannya melarang korban agar tidak berenang ke tempat yang paling dalam dan ada tanda larangan.
"Rekan rekan korban sempat berteriak dan melarang korban berenang ke tengah laut," beber Iptu Sukadi, pada Kamis 19 Mei 2022.
Namun teriakan tersebut tidak diindahkan korban. Pria asal Jalan Raya Mengwi Badung itu terus berenang sembari menantang agar teman temannya ikut serta berenang ke tengah laut.
Tak disangka, begitu di tengah laut ombak ganas menerjang dan pria berusia 19 tahun itu terseret arus deras. Rekan korban mencari pertolongan ke pemain surfing dilokasi pantai agar membantu korban yang terseret arus.
Namun nahas, korban tidak tergolong dan hingga kini belum ditemukan. "Masih dilakukan pencarian oleh Tim Basarnas," ujarnya.
Sementara itu Kepala Basarnas Bali Gede Darmada dalam keteranganya Rabu 18 Mei 2022 mengatakan laporan orang terseret arus diterima, pada Rabu 18 Mei 2022 sekitar pukul 19.05 WITA.
Pihaknya sudah mengerahkan 4 personel untuk melakukan pencarian terhadap korban yang terseret arus pantai Kuta depan salah satu mall di Kuta.
Dijelaskanya, pencarian dengan penyisiran di laut tidak memungkinkan, mengingat jarak pandang sangat terbatas. Sementara Tim yang ada di Pantai Kuta melakukan koordinasi dengan unsur SAR lainnya dan juga menyisir sepanjang bibir pantai.
"Tim Basarnas sedang menyisir pinggiran pantai namun menemui kendala yaitu mengingat malam hari sehingga dari Basarnas tidak bisa mengeluarkan Rubber boatnya," ujarnya.
Reporter: bbn/bgl