search
radio_button_unchecked
radio_button_unchecked
radio_button_unchecked
radio_button_unchecked
radio_button_unchecked
radio_button_unchecked
radio_button_unchecked
radio_button_unchecked
radio_button_unchecked
light_mode dark_mode
Muncul Gerakan Pemberontak Putin di Rusia
Rabu, 27 Juli 2022, 17:52 WITA Follow
image

beritabali.com/cnbcindonesia.com/Muncul Gerakan Pemberontak Putin di Rusia

IKUTI BERITABALI.COM DI

GOOGLE NEWS

BERITABALI.COM, DUNIA.

Gerakan pemberontak anti Presiden Vladimir Putin dilaporkan muncul di Rusia. Mereka menyebut diri Freedom of Russia Legion (Legiun Kebebasan Rusia).

Belum lama ini, kelompok tersebut dilaporkan membakar bendera berlabel Z, biasa terlihat pada kendaraan dan peralatan Rusia di Ukraina. Ini untuk menentang serangan Presiden Vladimir Putin ke tetangga sesama mantan Uni Soviet tersebut. 

Direktur Wind of Change Research Group, Igor Sushko, menceritakan itu ke media Inggris, Express. Kejadian berlangsung di Krasnodar di wilayah Kamchatka Krai di Rusia selatan, 247 mil dari perbatasan timur Ukraina.

"Legiun Kebebasan Rusia telah mengaku bertanggung jawab," katanya merujuk pembakaran tersebut dilansir Rabu (27/7/2022).

"Ada perekrutan aktif yang terjadi di dalam Rusia bagi para sukarelawan untuk ikut berperang. Jadi ini adalah orang Rusia, semuanya terdiri dari orang Rusia yang berperang melawan rezim Putin," tambahnya.

"Mereka sangat efektif dalam menyebarkan pesan di dalam Rusia. Banyak warga sipil yang sebenarnya tidak berperang dengan senjata sebagai bagian dari Legiun Kebebasan Rusia masih diklaim oleh (kelompok) sebagai anggota yang mendukung gerakan tersebut," jelasnya.

Sushko mengatakan sebenarnya tak hanya pembakaran. Gerakan itu kerap memasang stiker dan poster anti-perang di depan umum bahkan sabotase.

Di Dagestan, dekat Chechnya, sebuah kereta tergelincir setelah seluruh bagian rel dipindahkan. Sushko percaya bahwa itu adalah sabotase Legiun Kebebasan Rusia meski kelompok itu tidak mengklaim bertanggung jawab.

Kebakaran misterius di seluruh gedung-gedung milik aparat pertahanan militer Rusia juga diyakini ulah kelompok ini. Meski tak banyak terekspos, kejadian itu sendiri sempat dikatakan mantan anggota parlemen, Duma Rusia, dan aktivis anti-Putin, Ilya Ponomarev. 

"Itu terjadi di mana-mana, dan itulah sebabnya tidak ada yang bisa mengatakan bahwa itu adalah pekerjaan intelijen Ukraina atau penyabot Ukraina," katanya.

"Ukraina dapat melakukan beberapa tindakan sabotase di dekat perbatasan, tetapi mereka tidak melakukan ini di Vladivostok (di Rusia timur) jelas, orang Rusia yang melakukan ini," tambahnya. 

Sayangnya belum ada komentar lain dari pemerintah Putin terkait ini. Sebelumnya Menteri Luar Negeri Rusia, Sergey Lavrov, menuding Barat sedang mengobarkan perang informasi melawan negaranya.

"Kami sudah lama memahami bahwa tidak ada media Barat yang independen," katanya dimuat TASS Maret lalu.(sumber: cnbcindonesia.com)

Editor: Redaksi

Reporter: bbn/net



Simak berita terkini dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Ikuti saluran Beritabali.com di WhatsApp Channel untuk informasi terbaru seputar Bali.
Ikuti kami