search
radio_button_unchecked
radio_button_unchecked
radio_button_unchecked
radio_button_unchecked
radio_button_unchecked
radio_button_unchecked
radio_button_unchecked
radio_button_unchecked
radio_button_unchecked
light_mode dark_mode
Gejala Umum Terinfeksi Virus Corona Varian Omicron Siluman
Minggu, 27 Februari 2022, 18:00 WITA Follow
image

beritabali.com/ist/suara.com/Gejala Umum Terinfeksi Virus Corona Varian Omicron Siluman

IKUTI BERITABALI.COM DI

GOOGLE NEWS

BERITABALI.COM, NASIONAL.

Sejak pertama kali terdeteksi di Afrika Selatan, virus corona Covid-19 varian Omicron telah memiliki sub varian terbaru, salah satunya Omicron siluman. Hingga saat ini, setidaknya ada lima varian yang telah terdaftar di Organisasi Kesehatan Dunia WHO.

Subvarian Omicron yang dikenal sebagai BA.2 ini, dikatakan lebih menular. Hal itu diungkap oleh Pimpinan Teknis Covid-19 WHO, Maria Van Kerkhove, di mana disebut Omicron siluman lebih menular dibanding subvarian BA.1 yang dominan.

Melansir dari Times of India, WHO saat ini sedang memantau BA.2 untuk melihat apakah subvarian ini dapat meningkatkan jumlah infeksi baru, mengingat  varian BA.1 telah mendominasi negara dunia.

Gejala Umum dari Omicron Siluman

Sebuah laporan mengungkapkan, ada gejala umum yang terjadi pada orang yang terinfeksi varian Omicron siluman.

Gejala tersebut antara lain pusing atau vertigo, yang dapat menjadi salah satu tanda awal infeksi. Para ahli mengatakan, orang yang mengalami kelelahan juga menjadi salah satu gejala pada infeksi subvarian Omicron.

Meski demikian, ada gejala ringan lainnya yang bisa terjadi seperti pilek, tenggorokan gatal, sakit kepala, kelelahan, bersin, nyeri tubuh, keringat malam, kehilangan nafsu makan, dan muntah-muntah. Tak hanya itu, seorang yang tertular varian Omicron siluman juga bisa mengalami pingsan, kabut otak, ruam kulit, dan konjungtivitis.

Di samping itu, para peneliti di Denmark telah menemukan bahwa BA.2 diketahui 1,5 kali lebih mudah menular dibanding BA.1, bahkan tetap bisa menginfeksi orang yang telah divaksinasi.

Meski begitu, orang yang sudah divaksinasi secara lengkap lebih kecil kemungkinan tertular Omicron siluman dibanding orang yang tidak divaksinasi.(sumber: suara.com)

Reporter: bbn/net



Simak berita terkini dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Ikuti saluran Beritabali.com di WhatsApp Channel untuk informasi terbaru seputar Bali.
Ikuti kami