AI dan IoT Ubah Wajah Pertanian di Bali Menuju Masa Depan Berkelanjutan
GOOGLE NEWS
BERITABALI.COM, BADUNG.
Di era digital, teknologi terus berkembang dan membawa perubahan besar di berbagai sektor, termasuk pertanian.
Internet of Things (IoT) dan kecerdasan buatan (AI) kini menjadi kunci utama dalam meningkatkan efisiensi pertanian berbasis agroekoteknologi.
IoT memungkinkan perangkat untuk saling terhubung dan berkomunikasi secara otomatis, menciptakan sistem yang lebih cerdas dan efisien. Teknologi ini telah berkembang pesat dan menjadi salah satu pilar utama dalam dunia digital modern.
Langkah berikutnya yang semakin mengubah wajah pertanian adalah penerapan kecerdasan buatan. AI tidak hanya diterapkan dalam kehidupan sehari-hari, tetapi juga di sektor pertanian.
Ketua Pusat Penelitian Pertanian Organik dan Manajemen Sumber Daya Lahan dan Dosen PS. Agroekoteknologi Fakultas Pertanian Universitas Udayana, Prof. Dr. Ir. Ni Luh Kartini, MS, menyampaikan bahwa kombinasi AI dan IoT berpotensi menghadirkan perubahan signifikan dalam cara bertani.
"Dengan memadukan teknologi komunikasi, IoT, dan kecerdasan buatan, pertanian kini semakin otomatis dan presisi," jelasnya, Kamis (3/4/2025).
Dirinya menyampaikan, berbagai aplikasi telah dikembangkan untuk memantau kondisi lahan, menganalisis cuaca, serta mengoptimalkan penggunaan air dan pupuk. Semua ini bertujuan untuk meningkatkan hasil panen dengan efisiensi yang lebih tinggi.
Namun, penerapan teknologi ini membutuhkan kesiapan dari berbagai aspek, termasuk sumber daya manusia yang terampil serta investasi biaya yang memadai.
"Jika semua faktor ini dapat dipenuhi, maka AI dan IoT akan menjadi revolusi besar dalam pertanian, membawa sektor ini menuju masa depan yang lebih produktif dan berkelanjutan," pungkas Kartini.
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/aga