Hukrim

Sindikat Penipuan Online Modus Jual HP Murah di Bali Terbongkar

 Selasa, 11 Juni 2024, 20:04 WITA

beritabali/ist/Sindikat Penipuan Online Modus Jual HP Murah di Bali Terbongkar.

IKUTI BERITABALI.COM LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Beritabali.com, Denpasar. 

Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Bali menangkap lima pelaku sindikat penipuan online bermodus menjual handphone (HP) murah. Mereka ditangkap pada akhir Mei 2024 lalu di sejumlah lokasi, salah satu di antaranya anak di bawah umur. 

Kelima pelaku yakni Andhika Kurnia Pandia, 38, Muh Sabir (32), A Jusman (38), Muzakkir (23), dan MIA (16). Polisi masih mengejar 3 pelaku lain dan sudah masuk dalam Daftar Pencarian Orang (DPO), yakni inisial R, P dan A. 

Menurut Wadireskrimsus Polda Bali AKBP Ranefli Dian Chandra saat rilis didampingi Kabid Humas Polda Bali Kombespol Jansen Avitus Panjaitan, para pelaku ini beraksi di wilayah Bali dan Surabaya, Jawa Timur. Pengungkapan ini berdasarkan laporan salah satu korbannya, Ida Bagus Gede Adi Wirawan (31). 

Korban yang tinggal di Dalung Permai itu mendapati postingan video reels dari akun instagram @taraphone store pada 19 April 20024. Akun tersebut mempromosikan penjualan HP merk Iphone dengan harga murah. 

Pelapor tertarik membeli Iphone 12 Max berharga murah tersebut. Ia lantas membayar melalui transferan ke rekening yang diberikan akun tersebut atas nama PT Berkah Bersama Tarashop, sejumlah Rp 1,1 juta. Tapi ternyata, HP yang dipesan tidak pernah datang. Pria asal Marga, Tabanan itu mendatangi Toko tersebut ke Dalung hingga akhirnya mengetahui dirinya ditipu. 

"Karyawan toko itu menyampaikan kepada korban bahwa akun instagram @taraphone store tersebut bukan merupakan akun resmi milik toko," ujarnya pada Selasa 11 Juni 2024. 

Setelah kasusnya dilaporkan, pihaknya menyelidiki dan melakukan profiling terhadap rekening akun Instagram penipu tersebut. Hingga akhirnya menangkap seorang pelaku, Andhika di Uma Residence, Pemogan, Denpasar Selatan, pada Jumat, 31 Mei 2024. 

Dari interogasi, pria asal Pesanggrahan, Jakarta Selatan itu mengaku dirinya diminta oleh pelaku R untuk membuat rekening. Dijelaskanya, pelaku Andhika dan R berkenalan di LP Kerobokan karena keduanya residivis kasus narkoba. 


Halaman :


Berita Beritabali.com di WhatsApp Anda
Ikuti kami




Tonton Juga :





Hasil Polling Calon Walikota Denpasar 2024

Polling Dimulai per 1 September 2022


Trending