Impian Kadek Melly Pupus di Amerika, Keluarga Berharap Jenazah Segera Dipulangkan
GOOGLE NEWS
BERITABALI.COM, BULELENG.
Kadek Melly Mudiani, gadis asal Desa Bontihing, Kecamatan Kubutambahan, Buleleng, dikenal sebagai sosok mandiri dengan cita-cita besar.
Ia rela pergi jauh ke Amerika Serikat demi menimba pengalaman kerja, namun takdir berkata lain. Melly meninggal dalam kecelakaan tragis di New Orleans, Louisiana, pada Sabtu (29/3).
Kepergian Melly meninggalkan duka mendalam bagi keluarganya. Ayahnya, Ketut Wandika, mengenang sang putri sebagai anak yang penuh semangat dan ingin membanggakan orang tuanya.
"Katanya bapak dan ibu tenang saja di rumah, Melly pergi ke Amerika untuk mencari pengalaman," ujar Wandika, mengenang pesan terakhir anaknya.
Wandika awalnya sulit menerima kabar duka tersebut, terlebih pihak FBI tidak bisa langsung menunjukkan foto jenazah Melly. Kepastian baru didapat setelah tas milik Melly ditemukan, berisi paspornya dan 12 lembar uang dolar.
"Itu konfirmasi terakhir yang kami terima dari pihak FBI, agen, dan pengacara Melly," jelasnya.
Komunikasi terakhir antara Wandika dan Melly terjadi saat malam pengerupukan, Jumat (28/3). Saat itu, Melly meminta dikirimkan video parade ogoh-ogoh di Denpasar dan kampung halamannya.
Kini, keluarga berharap jenazah Melly bisa segera dipulangkan ke Bali agar bisa diupacarai sesuai ajaran Hindu. Namun, prosesnya masih terkendala karena kasus ini dalam penyelidikan FBI.
"FBI masih menyelidiki kasus kecelakaan ini. Ada dua orang di dalam mobil, Melly dan seorang temannya yang selamat. Saat ini temannya masih dalam penanganan FBI dan belum bisa dijenguk," kata Wandika.
Bupati Buleleng, dr. I Nyoman Sutjidra, yang datang ke rumah duka, menyatakan akan berkoordinasi dengan Kedutaan Besar Indonesia di Amerika Serikat agar jenazah Melly bisa segera dipulangkan.
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/rat