Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
Nasi Bira, Hidangan Banyu Pinaruh Bermakna Anugerah Ilmu Pengetahuan
BERITABALI.COM, DENPASAR.
Nasi Bira menjadi hidangan yang disajikan atau dinikmati setelah melakukan prosesi banyu pinaruh. Nasi bira atau yang juga dikenal dengan nasi pradnyan menjadi sebuah simbol anugerah ilmu pengetahuan, dengan harapan ilmu pengetahuan yang dipelajari dipelajari dapat bermanfaat bagi kehidupan manusia.
Hal tersebut terungkap dalam sebuah artikel berjudul “Motivasi Belajar Dan “Beasiswa Dewi Saraswati” Di Tengah Perayaan Hari Saraswati” yang dipublikasikan dalam Jurnal Guna Widya, Volume 3, No.1, tahun 2011. Artikel tersebut ditulis oleh Ketut Sumadi dari Fakultas Dharma Duta IHDN Denpasar.
Nasi bira atau pradnya pada umumnya merupakan nasi berwarna kuning dengan berbagai macam lauk, disertai kacang saur, telur, daging ayam, mentimun terung. Nasi ini mirip nasi yasa, sehingga tidak jarang juga disebut dengan nasi yasa saraswati.
Menyantap nasi bira biasanya menjadi agenda penutup dari ritual Banyu Pinaruh. Banyu pinaruh sendiri berasal dari kata banyu yang berarti air, dimana air dalam agama Hindu identik dengan tirta dan tirta bersinonim dengan amertha yang berarti kehidupan. Sedangkan pinaruh berasal dari kata pinih dan weruh. Pinih berarti utama dan weruh berarti pengetahuan atau kecerdasan.
Jadi banyu pinaruh dapat diartikan sebagai ritual memohon air atau tirta pengetahuan atau kecerdasan. Namun dapat juga dimaknai sebagai momentum membersihkan atau mensucikan diri dengan ilmu pengetahuan.
Reporter: bbn/mul
Berita Terpopuler
6.532 Warga Turun ke Jalan, Tabanan Gelar Grebeg Sampah Serentak
Dibaca: 6602 Kali
Pelajar Tabanan Raih Prestasi Nasional FLS2N 2025, Bupati Sanjaya Bangga
Dibaca: 5440 Kali
Turis Somalia Ngamuk Tuduh Sopir Curi HP, Ternyata Terselip di Jok Mobil
Dibaca: 4884 Kali
Gudang BRI Ubud Ambruk Akibat Longsor
Dibaca: 4698 Kali
ABOUT BALI
Film Dokumenter Hidupkan Kembali Sejarah Tari Kecak di Bedulu
Makna Tumpek Landep Menurut Lontar Sundarigama
Tari Sanghyang Dedari Nusa Penida Diajukan Jadi Warisan Budaya Tak Benda
Mengenal Tetebasan Gering, Topik Menarik di Festival Lontar Karangasem