search
radio_button_unchecked
radio_button_unchecked
radio_button_unchecked
radio_button_unchecked
radio_button_unchecked
radio_button_unchecked
radio_button_unchecked
radio_button_unchecked
radio_button_unchecked
light_mode dark_mode
Ditinggal Sembahyang, Warung dan Belasan Surat Kendaraan Hangus
Selasa, 21 Mei 2019, 07:00 WITA Follow
image

beritabali.com/ist

IKUTI BERITABALI.COM DI

GOOGLE NEWS

BERITABALI.COM, TABANAN.

Beritabali.com, Tabanan. Sebuah warung semi permanen ukuran 8x6 meter milik I Made Sudarsa, 45 tahun, di Banjar/Desa Tegalinggah, Kecamatan Penebel, Tabanan terbakar pada Minggu, 19 April 2015. 
 
[pilihan-redaksi]
Kebakaran dipicu karena dupa yang lupa dimatikan usai saat sembahyang. Akibat kejadian itu 14 surat kendaraan bermotor seperti BPKB hangus terbakar. 
Peristiwa tersebut terjadi Minggu malam sekitar pukul 21.30 Wita. 
 
Saat itu korban Made Sudarsa tidak ada di rumah karena pulang ke rumah orang tuanya di Banjar Dinas Anyar, Desa Sangketan, Kecamatan Penebel, Tabanan untuk sembahyang sehingga warung dalam keadaan sepi. Tiba-tiba salah seorang warga I Komang Cahyadi, 40 tahun melihat ada kobaran api membumbung tinggi dari Pura Dalem, Desa Tegalinggah. 
 
Ia pun berlari mendekat ke sumber api tersebut dan mendapati warung korban tengah terbakar. Kebetulan saat itu korban datang bersama orang lain dan bersamaan berteriak meminta tolong kepada warga. 
 
Seluruh warga saat itu berusaha memadamkan api dan sebagian pula mengamankan satu unit kendaraa. Roda dua dan empat  mobil milik orang lain di bengkel korban. Warung dan bengkel korban jadi satu bangunan. Namun karena api semakin besar warung tidak bisa diselamatkan. Akibat kejadian itu empat buah telepon genggam milik korban hangus, kulkas, freezer, televisi juga hangus.
 
[pilihan-redaksi2]
Kapolsek Penebel, AKP I Ketut Mastra Budaya ketika dikonfirmasi mengatakan, berdasarkan olah TKP warung terbakar dipicu karena dupa usai sembahyang lupa dimatikan saat korban hendak pergi ke rumah orang tuanya. Dengan peristiwa itu beberapa barang berharga hangus seperti HP, TV dan BKPB. 
 
"HP ini milik korban, dan 14 BPKB ini pasuh (pesanan yang dikerjakan) karena warung korban dengan bengkel korban jadi satu. Jadi kalau ada warga yang servis ganti cat mobil menitipkan BPKB ke korban," ungkapnya, Senin, (20/5). 
 
Dikatakan kondisi warung yang menjual minuman dan snack tersebut hangus terbakar tidak ada yang bisa diselamatkan. Korban mengalami kerugian sebesar Rp 20 juta. "Kerugian material saja, tidak ada korban jiwa," tandasnya. (bbn/tab/rob)

Reporter: bbn/tab



Simak berita terkini dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Ikuti saluran Beritabali.com di WhatsApp Channel untuk informasi terbaru seputar Bali.
Ikuti kami