search
radio_button_unchecked
radio_button_unchecked
radio_button_unchecked
radio_button_unchecked
radio_button_unchecked
radio_button_unchecked
radio_button_unchecked
radio_button_unchecked
radio_button_unchecked
light_mode dark_mode
Serangan Israel di Kamp Pengungsi Jabalia Tewaskan 110 Orang
Selasa, 19 Desember 2023, 11:06 WITA Follow
image

beritabali.com/cnnindonesia.com/Serangan Israel di Kamp Pengungsi Jabalia Tewaskan 110 Orang

IKUTI BERITABALI.COM DI

GOOGLE NEWS

BERITABALI.COM, DUNIA.

Kementerian Kesehatan Gaza menyebut setidaknya 110 orang tewas dalam serangan udara Israel di wilayah Jabalia, Gaza utara, ketika pertempuran terus berlanjut di seluruh wilayah Palestina.

Seperti dilansir BBC, lima puluh orang dilaporkan tewas dan puluhan lainnya terjebak di bawah reruntuhan ketika tiga rumah di kamp pengungsi Jabalia dibombardir militer Israel.

Video menunjukkan jenazah anak-anak kecil berjejer di pusat kesehatan. Militer Israel mengatakan pihaknya telah melakukan operasi terhadap "infrastruktur teroris" Hamas di Jabalia.

Serangan itu terjadi saat Menteri Pertahanan Amerika Serikat, Lloyd Austin, tiba di Tel Aviv untuk melakukan pembicaraan dengan para pemimpin Israel, yang diharapkan fokus pada cara menurunkan intensitas pertempuran untuk melindungi warga sipil.

Dewan Keamanan PBB juga diperkirakan akan melakukan pemungutan suara mengenai resolusi yang menyerukan "gencatan senjata yang mendesak dan berkelanjutan", di tengah laporan diskusi mengenai potensi kesepakatan baru untuk menjamin pembebasan lebih banyak sandera Israel yang ditahan oleh Hamas.

Gaza telah hancur akibat perang selama 10 minggu, sejak kelompok militan Hamas menyerang Israel selatan pada 7 Oktober 2023, yang menewaskan sediktnya 1.200 orang dan 240 orang disandera. Sejak itu, lebih dari 19.400 orang telah terbunuh di Gaza, sekitar 70 persen di antaranya adalah perempuan dan anak-anak.

Para saksi mata dan jurnalis lokal mengatakan rudal Israel menghantam sebuah blok rumah di kamp pengungsi Jabalia tempat tiga keluarga tinggal pada Minggu (17/12) malam waktu lokal.

Pada Senin (18/12) pagi, media Palestina mengutip direktur jenderal kementerian kesehatan yang dikelola Hamas yang mengatakan bahwa sedikitnya 50 orang tewas ketika rumah keluarga al-Bursh dan Alwan dibom. Dia menambahkan bahwa jumlah korban tewas di wilayah Jabalia yang lebih luas sejak Minggu menjadi 110 orang.

Jurnalis lokal juga mengunggah video di media sosial yang menunjukkan apa yang mereka katakan sebagai jenazah sembilan anak di lantai Jabalia Medical Centre. Salah satunya mengidentifikasi anak-anak tersebut sebagai anggota keluarga al-Bursh dan Suleiman.

Sebanyak 20 hingga 30 orang lainnya dilaporkan terjebak di bawah reruntuhan rumah yang hancur akibat serangan brutal Israel di wilayah Jabalia

Koresponden BBC di Gaza, Rushdi Abu Alouf, yang saat ini berada di Istanbul, mengatakan verifikasi laporan dari wilayah utara sangat sulit, karena masalah komunikasi dan akses.

Namun, tambahnya, kamp pengungsi Jabalia telah menjadi fokus operasi darat Israel selama beberapa minggu terakhir. Dan serangan udara semakin intensif sejak tank Israel dilaporkan menarik diri dari kamp tersebut dua hari lalu.(sumber: cnnindonesia.com)

Editor: Juniar

Reporter: bbn/net



Simak berita terkini dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Ikuti saluran Beritabali.com di WhatsApp Channel untuk informasi terbaru seputar Bali.
Ikuti kami