search
radio_button_unchecked
radio_button_unchecked
radio_button_unchecked
radio_button_unchecked
radio_button_unchecked
radio_button_unchecked
radio_button_unchecked
radio_button_unchecked
radio_button_unchecked
light_mode dark_mode
Layanan Farmasi RSUD Bangli Dikeluhkan, Ini Tanggapan Rumah Sakit
Jumat, 28 Februari 2025, 10:23 WITA Follow
image

beritabali/ist/Layanan Farmasi RSUD Bangli Dikeluhkan, Ini Tanggapan Rumah Sakit.

IKUTI BERITABALI.COM DI

GOOGLE NEWS

BERITABALI.COM, BANGLI.

Layanan farmasi di RSUD Bangli menuai keluhan dari warga, terutama keluarga pasien yang harus menunggu berjam-jam untuk mendapatkan obat.

Keluhan ini ramai diperbincangkan di media sosial Facebook melalui grup Pengaduan 24 Jam Bangli Era Baru. Warga mengusulkan agar pihak rumah sakit menambah pegawai guna mempercepat proses antrean di bagian farmasi.

Menanggapi keluhan tersebut, pihak RSUD Bangli menyampaikan permohonan maaf atas ketidaknyamanan yang terjadi. Wakil Direktur Penunjang dan Sarana Prasarana RSUD Bangli, dr. I Wayan Pariasta, menjelaskan bahwa rumah sakit saat ini telah menerapkan sistem berbasis digital, seperti E-rekam medik, E-resep, dan E-billing.

"Permasalahan yang disampaikan pengunjung di media sosial terjadi saat sistem IT mengalami error, sehingga menyebabkan antrean menumpuk. Kami telah menindaklanjuti masalah ini pada hari yang sama," ujar dr. Pariasta.

Ia juga mengungkapkan bahwa jumlah pasien di RSUD Bangli mengalami peningkatan signifikan, dari rata-rata sebelumnya menjadi sekitar 400 pasien per hari. Untuk mengatasi lonjakan ini, pihak rumah sakit telah melakukan berbagai upaya perbaikan, termasuk menambah tenaga IT dan asisten apoteker.

Selain itu, pihak RSUD Bangli berencana memisahkan layanan farmasi untuk pasien poliklinik dan pasien rawat inap agar pelayanan menjadi lebih optimal.

Dr. Pariasta juga mengimbau masyarakat untuk memanfaatkan pendaftaran online melalui aplikasi JKN Mobile. Dengan sistem ini, pasien dapat mengetahui jadwal pasti pelayanan mereka di rumah sakit, sehingga dapat menghindari antrean panjang dan mempercepat proses pengambilan obat.

"Di era digital saat ini, kami berharap masyarakat bisa mendaftar secara online agar kepastian jam layanan lebih terjamin dan antrean bisa diminimalkan," tambahnya.

Editor: Redaksi

Reporter: bbn/bgl



Simak berita terkini dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Ikuti saluran Beritabali.com di WhatsApp Channel untuk informasi terbaru seputar Bali.
Ikuti kami