search
radio_button_unchecked
radio_button_unchecked
radio_button_unchecked
radio_button_unchecked
radio_button_unchecked
radio_button_unchecked
radio_button_unchecked
radio_button_unchecked
radio_button_unchecked
light_mode dark_mode
Karya di Pura Besakih, Pengelola Tertibkan Parkir, Ojek, UMKM hingga Alur Pemedek
Rabu, 2 April 2025, 14:49 WITA Follow
image

beritabali/ist/Karya di Pura Besakih, Pengelola Tertibkan Parkir, Ojek, UMKM hingga Alur Pemedek.

IKUTI BERITABALI.COM DI

GOOGLE NEWS

BERITABALI.COM, DENPASAR.

Untuk memastikan kelancaran Karya Ida Bathara Turun Kabeh di Pura Agung Besakih tahun 2025, Badan Pengelola Fasilitas Kawasan Suci Pura Agung (FKSPA) Besakih telah melakukan berbagai perbaikan dan pengaturan di sejumlah aspek penting, termasuk parkir, ojek, UMKM, serta pengelolaan alur pemedek.

Kepala Badan Pengelola FKSPA Besakih, I Gusti Lanang Muliarta, menyampaikan bahwa pengaturan parkir pemedek dilakukan secara bertahap untuk menghindari kemacetan dan memastikan kelancaran lalu lintas di kawasan Pura Agung Besakih.

"Untuk parkir pemedek, kita bertahap. Mobil bisa parkir di Kedundung dan Manik Mas. Jika penuh, diarahkan ke lapangan atau alternatif parkir pribadi, termasuk di Ulun Setra milik Pemda. Dengan cara ini, kelancaran tetap terjaga," jelasnya saat jumpa pers, Rabu (02/04/2025) di Rumah Jabatan Gubernur Bali, Jaya Sabha, Denpasar.

FKSPA juga menerapkan sistem baru untuk ojek guna memastikan keamanan dan ketertiban di sekitar area pura. Diperlukan sekitar 700 ojek untuk melayani pemedek, sementara jumlah reguler saat ini sekitar 230.

"Tambahan ojek kita ambil dari Desa Adat Besakih dan Pregunung. Mereka memakai seragam berupa rompi dan kaos. Harga standar kemanapun Rp10 ribu dengan lima titik pos, yaitu di Kedundung, Manik Mas, Dalem Puri, Ulun Setra, dan Setra Seka," ungkap Muliarta.

Untuk menjaga ketertiban, FKSPA melibatkan Satpol PP dan kepolisian, terutama dalam mengantisipasi aksi kebut-kebutan. Selain itu, ojek dilarang melewati jalur Margi Agung.

Dalam upaya meningkatkan kualitas layanan, FKSPA juga memperbaiki sistem pengelolaan UMKM di kawasan pura. Fokus utama adalah pada lokasi, kualitas makanan, dan harga.

"Untuk kesehatan kita libatkan BPOM, dari tahun lalu sampai Usaba libatkan BPOM akan dilakukan pemeriksaan termasuk detail apakah mengandung bahaya termasuk higienisnya, kita antisipasi," ujarnya.

"Kedua untuk harga kita hanya bisa mengimbau tidak bisa menentukan kepada seluruh pedagang dan kita akan bersurat setiap tahun untuk menyampaikan beberapa poin, disamping harga, kehigienisan makanan," imbuhnya.

Seiring dengan seringnya terjadi kepadatan di jalur menuju Catur Lawa Pasek, Gubernur Bali, Wayan Koster, nantinya akan diterapkan sistem baru agar pergerakan pemedek lebih tertata.

"Memang pemedek membludak di Catur Lawa Pasek karena memang jalurnya memotong ke Pura Penataran Agung. Sekarang diatur alurnya sehingga tidak langsung pulang, kalau menyeberang mampet yang di bawahnya atau dari atas. jadi sekarang sudah diberlakukan alur baru nanti tanggal 5 kita lakukan simulasi," kata Koster.

Muliarta menambahkan bahwa pihaknya berusaha mengelola kepadatan pemedek dengan beberapa strategi, seperti pengaturan kehadiran per kabupaten agar tidak bersamaan dan pemanfaatan wantilan sebelah kiri sebagai area tunggu jika terjadi kepadatan.

"Pintu keluar akan kita optimalkan semua ke barat ke Suci, nah di Suci kita akan blok setelah pemedek muspa tidak turun langsung ke bawah sehingga tidak bertabrakan dengan pemedek lain," tambahnya.

Editor: Redaksi

Reporter: bbn/tim



Simak berita terkini dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Ikuti saluran Beritabali.com di WhatsApp Channel untuk informasi terbaru seputar Bali.
Ikuti kami