search
radio_button_unchecked
radio_button_unchecked
radio_button_unchecked
radio_button_unchecked
radio_button_unchecked
radio_button_unchecked
radio_button_unchecked
radio_button_unchecked
radio_button_unchecked
light_mode dark_mode
Mengenal Permainan Tradisional Cikar-cikaran di Kampung Loloan
Selasa, 26 Juli 2022, 11:27 WITA Follow
image

beritabali/ist/Mengenal Permainan Tradisional Cikar-cikaran di Kampung Loloan.

IKUTI BERITABALI.COM DI

GOOGLE NEWS

BERITABALI.COM, JEMBRANA.

Permainan tradisional cikar-cikaran hingga kini masih bertahan di tengah pesatnya perkembangan mainan modern. 

Hingga kini permainan yang khas di kampung Loloan Timur ini biasanya dimainkan turun-menurun oleh anak-anak saat bulan puasa atau menyambut Muharram. Jenis mobil Cikar-Cikaran ini d buat dari ranting bambu dan rodanya digunakan dari gabus.  

Perajin mobil Cikar-Cikaran di Loloan Timur, Jembrana, Muhammad Tayib (46) mengatakan dulunya bahan roda menggunakan sandal tapi kini sulit didapat dan mahal. Bahkan juga bisa menggunakan bahan bekas kulit jeruk Bali. Namun, kini semuanya sudah sulit diperoleh. 

"Aksesorisnya menggunakan lampu, botol kecil bekas minuman diisi minyak kelapa," ungkap Tayib. 

Lanjutnya, kini cikar-cikaran banyak yang dimodifikasi dengan menggunakan lampu warna-warni sesuai keinginan agar lebih menarik dengan variasi warna. Permainan ini asyik dilakukan jika dimainkan bersama dalam jumlah banuak sehingga kesannya unik. 

"Permainan tradisional ini biasanya dimainkan saat bulan puasa atau menyambut 1 Muharram yang tahun ini jatuh pada tanggal 29 Juli 2022. Bahkan akan dipamerkan sekaligus pada festival budaya Loloan zaman lama. Sekaligus mengingatkan ragam pesona permainan tradisional yang perlu dilestarikan," paparnya. 

Untuk harga cikar-Cikaran, Tayib menjualnya mulai dari Rp.25.000 sampai Rp. 50.000 tergantung model dan aksesorisnya. 

"Lagian bahan kini agak sulit dimana bambu kecil sulit dicari bahkan bisa keliling kampung cari bambu. Untuk pengerjaan bisa dilakukan dalam 1 hari untuk hasilkan 3 Cikar-Cikaran," tuntasnya.

Editor: Redaksi

Reporter: bbn/jbr



Simak berita terkini dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Ikuti saluran Beritabali.com di WhatsApp Channel untuk informasi terbaru seputar Bali.
Ikuti kami