search
radio_button_unchecked
radio_button_unchecked
radio_button_unchecked
radio_button_unchecked
radio_button_unchecked
radio_button_unchecked
radio_button_unchecked
radio_button_unchecked
radio_button_unchecked
light_mode dark_mode
Pemerintah Impor Dua Ribu Obat Ginjal Akut dari AS dan Jepang
Selasa, 25 Oktober 2022, 06:49 WITA Follow
image

beritabali.com/cnnindonesia.com/Pemerintah Impor Dua Ribu Obat Ginjal Akut dari AS dan Jepang

IKUTI BERITABALI.COM DI

GOOGLE NEWS

BERITABALI.COM, NASIONAL.

Pemerintah akan mengimpor obat yang digunakan untuk menangani kasus gangguan ginjal akut yakni fomepizole dari Amerika Serikat dan Jepang. Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengatakan stok baru fomepizole akan digunakan untuk menangani pasien yang masih dirawat.

"Kita sedang proses beli juga dari Amerika. Mereka ada stok, tetapi enggak banyak. Juga dari Jepang ada sekitar 2.000-an," kata Budi di Istana Kepresidenan Bogor, Senin (24/10).

Obat fomepizole yang akan dibeli dari AS dan Jepang akan menambah stok yang saat ini ada dari Singapura dan Australia.

Budi mengatakan fomepizole digunakan setelah konsultasi dan pengujian yang melibatkan ahli farmakologi. Dia menyebut 7 dari 10 anak pasien gangguan ginjal akut mengalami kondisi yang lebih baik setelah meminum obat itu.

Pemerintah akan memberikan obat-obatan itu kepada pasien yang masih dirawat. Obat akan diberikan secara gratis.

"Obat barunya akan biaya kita, nanti kita yang memberikan itu ke seluruh rumah sakit yang ada pasien yang bergejala ginjal akut ini," ujarnya.

Setiap pasien akan diberikan fomepizole sebanyak lima kali. Obat diberikan kepada pasien yang masih dalam fase ringan.

"Kalau masuk ke tahap stadium tiga itu angka kreatininnya saya lupa, kalau kondisi kerusakan sudah cukup tinggi memang akan tetap sulit ya," ucapnya.(sumber: cnnindonesia.com)

Editor: Redaksi

Reporter: bbn/net



Simak berita terkini dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Ikuti saluran Beritabali.com di WhatsApp Channel untuk informasi terbaru seputar Bali.
Ikuti kami