search
radio_button_unchecked
radio_button_unchecked
radio_button_unchecked
radio_button_unchecked
radio_button_unchecked
radio_button_unchecked
radio_button_unchecked
radio_button_unchecked
radio_button_unchecked
light_mode dark_mode
Pertumbuhan Penerimaan Pajak di Bali Ditarget 20% Tahun 2020
Sabtu, 30 November 2019, 14:00 WITA Follow
image

beritabali.com/ist

IKUTI BERITABALI.COM DI

GOOGLE NEWS

BERITABALI.COM, GIANYAR.

Sukses dengan pertumbuhan penerimaan pajak tahun ini sebesar 15%, Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pajak Bali (Kanwil DJP Bali) menargetkan kenaikan sebesar 20% pada tahun 2020.

Kepala Kantor Wilayah DJP Bali Goro Ekanto mengatakan optimistis dengan pertumbuhan target tahun 2020 karena syarat untuk negara maju, pemerintah berupaya menggenjot rasio pajak (tax ratio) untuk mencapai 15% dan pertumbuhan ekonomi sebesar 7%. 

"Dengan kenaikan inflasi rata-rata 3% dan pertumbuhan ekonomi 5%, sebenarnya dengan hanya menargetkan penerimaan pajak 8% bisa saja dan hanya duduk-duduk cukup, tetapi ini kan tidak ada upaya. Angka 15% tahun ini sebenarnya cukup maksimal," ujarnya saat 'Media Gathering' di Payangan, Ubud, Gianyar, Sabtu (30/11/2019).   

Sementara itu untuk rincian tahun ini, Kanwil DJP Bali telah membukukan realisasi penerimaan pajak sebesar Rp9,655 triliun atau 82,8% dari target penerimaan sebesar Rp11,665 triliun. Di sisi lain, penerimaan pajak secara nasional telah mencapai Rp1,126 triliun atau 71,81% dari target penerimaan yang dipatok sebesar Rp1,577 triliun. 

Hal ini menempatkan Kanwil DJP Bali berada diperingkat 4 dari 34 Kanwil se-Indonesia. Selain itu, realisasi penerimaan Kanwil DJP Bali tahun ini mengalami pertumbuhan sebesar 15,07 % dibandingkan dengan realisasi penerimaan tahun sebelumnya. 

Hal tersebut didukung oleh lima sektor dominan penentu penerimaan yaitu sektor perdagangan besar dan eceran sebesar 22,20%, jasa keuangan dan asuransi sebesar 15,69%, sektor penyediaan akomodasi sebesar 13,21%, sektor industri pengolahan sebesar 7,22%, dan sektor administrasi pemerintahan sebesar 7,11%. 

Goro Ekanto mengungkapkan dari segi kepatuhan penyampaian SPT Tahunan telah mencapai 308.776 SPT atau 95% dari target rasio sebanyak 323.635 WP, dengan rincian realisasi untuk WP Orang Pribadi (OP) Non Karyawan sebanyak 54.396 SPT, WP OP Karyawan sebanyak 233.327 SPT dan WP Badan sebanyak 21.053 SPT.

Dalam upaya mengamankan target penerimaan tahun 2019, Kanwil DJP Bali telah melaksanakan langkah - langkah antara lain meningkatkan sinergi dalam bentuk Joint Program dengan Ditjen Bea Cukai Bali dan Nusa Tenggara, penandatanganan Nota Kesepahaman dengan Pemerintah Daerah (Pemda) Provinsi/Kabupaten/Kota se-Bali dalam rangka Optimalisasi Penerimaan Pajak Pusat dan Pajak Daerah.

Selain itu, program lainnya adalah pelaksanaan Program Relawan Pajak bekerjasama dengan Tax Center di Bali, kickoff pelaksanaan inklusi kesadaran pajak di perguruan tinggi, menggaungkan reformasi perpajakan dalam bentuk Tax Gathering, bimbingan teknis dan evaluasi penghimpunan data dan pelaksanaan Konfirmasi Status Wajib Pajak (KSWP) dan sosialisasi PMK-120/PMK.03/2019 terkait Vat Refund.

Kanwil DJP Bali akan terus melakukan koordinasi dengan pihak internal ataupun ekternal dalam rangka mengumpulkan data-data terkait perpajakan untuk digunakan dalam penggalian potensi perpajakan. 

Selain itu, Goro Ekanto mengingatkan kepada seluruh pegawai di lingkungan Kanwil DJP Bali, senantiasa bekerja keras, melakukan upaya atau langkah konkret dalam rangka  pengamanan penerimaan pajak tahun 2019, dan memberikan pelayanan secara professional serta melakukan pengawasan kepatuhan kepada WP secara optimal agar penerimaan pajak tahun 2019 dapat tercapai. 
 

Reporter: bbn/rob



Simak berita terkini dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Ikuti saluran Beritabali.com di WhatsApp Channel untuk informasi terbaru seputar Bali.
Ikuti kami